MTM Beberkan Hasil Investigasi Proyek Gedung PMI Bandar Lampung, Dinas PU Dinilai Minim Pengawasan
Bandar Lampung, Wartapembaruan.co.id - Dugaan Pelanggaran Pembangunan Gedung PMI Bandar lampung Pada part 2, Masyarakat transparansi Merdeka (MTM) provinsi kepada awak media menguraikan secara lengkap hasil Survei dan Investigasi ditahun 2025, terutama terkait pekerjaan Pembangunan Gedung Palang merah Indonesia (PMI) Kota Dinas PU Kota Bandar lampung yang menelan anggaran sekitar 1.9 Miliar lebih.
Dan lebih mendalam, Pekerjaan tersebut bersumber dari APBD 2025 di satuan kerja Dinas Pekerjaan umum (PU) pemerintah kota bandar lampung yang dilaksanakan oleh CV.NB Namun keterangan Ashari hermansyah ketua MTM kepada media mengatakan, Uraian yang dimaksud dia adalah seputar pekerjaan Struktur pembangunan gedung PMI bandar lampung diantarnya adalah pekerjaan foot plate (pondasi tapak), Pekerjaan sloof beton, Pekerjaan kolom beton, balok beton dan pekerjaan plat lantai.
Dari hasil Investigasi yang sudah dilakukan disekisaran tanggal 7 juli 2025, sampai dengan tanggal 25 agustus 2025, semuanya Diduga melakukan pelanggaran atau tidak sesuai spesifikasi teknis, kata ketua MTM
Seharusnya Pihak PPK, PPTK dan unsur pengawas lebih fokus untuk melakukan pengawasan, namun sejak kami sampaikan hasil survei dan investigasi kami pada bulan sepetember 2025, satuan dinas terkait tidak pernah menyampaikan data pembanding sebagai bentuk klarifikasi, maupun bertemu langsung selama dilapangan, dan jika dikemudian hari ditemukan adanya unsur kerugian negara dan juga adanya Dugaan korupsi, mereka harus bertanggung jawab, tegasnya.
Untuk itu kami akan menyampaikan uraian yang diduga melakukan pelanggaran pada pekerjaan Gedung PMI bandar lampung, diantaranya adalah :
A.Pekerjaan pasangan Foot Plate :
1.Indikasi Dugaan Pelanggaran lantai kerja Foot plate, objeknya adalah “ Tidak Dilakukan Pekerjaan Pasangan PONDASI Dasar terutama pasangan Pasir Dan Lantai Kerja Beton Terlebih Dahulu, yang terindikasi terjadinya Dugaan pengurangan Volume secara otomatis tidak sesuai spesifikasi “
2.Indikasi Dugaan Pelanggaran Pembesian Foot plate, objeknya adalah, Jarak Tulangan Besi Sekisar 20 Cm, Dan Terdapat Selisisih 5 Cm , yang seharusnya sesuai spesifikasi Jarak Tulangan besi foot plate Sekisar 15 Cm,
Kemudian diameter tulangan pembesian foot plate menggunakan besi banci 12,56 mm, / 12,72 mm seharusnya pembesian yang digunakan D 16 mm ulir/sirip
Pekerjaan pasangan Kolom beton,
3.Indikasi dugaan pelanggaran objek pada pekerjaan pasangan Tulangan Besi kolom utama, seharusnya pembesian kolom menggunakan Besi D 16 mm ulir/sirip , hasil investigasi tulangan pembesian bagian utama menggunakan besi banci berdiameter 13,85 mm, / 14,22 mm/ 14,32 mm/ 14,40 mm/ 13,34 mm
4.Indikasi dugaan pelanggaran objek pada pekerjaan pasangan Tulangan Besi kolom bagian Tengah, Seharusnya pembesian kolom yang digunakan pada bagian tengah menggunakan 13 mm ulir/sirip, hasil investigasi tulangan pembesian bagian tengah menggunakan besi banci berdiameter 11.01 mm/ 10,48 mm / 11,35 mm / 11,06 mm /9,69 mm / 11,36 mm
5.Indikasi Dugaan pelanggaran objek pada pembesian besi SENGKANG/ cincin harus menggunakan besi 8 mm polos, hasil investigasi tulangan pembesian sengkang menggunakan besi banci berdiameter 7,10 mm/ 6,48 mm
6.Indikasi Dugaan pelanggaran objek pada pembesian jarak besi SENGKANG/ cincin hasil investigasi jarak tulangan sengkang atau cincinan sekisar 20 cm / 18 cm, seharusnya jarak anatar tulangan sengkang adalah 15 cm
B.Pekerjaan pasangan Sloof Beton,
Indikasi Dugaan pelanggaran objek pada Besi tulangan sloof bagian atas utama
menggunakan tulangan tulangan besi banci D13,78 mm / D 13,98 mm / D 13,27 mm , seharusnya sesuai spesifikasi menggunakan D 16 mm ulir/sirip,
1.Indikasi Dugaan pelanggaran objek pada Besi tulangan sloof bagian atas tengah utama
seharusnya menggunakan tulangan besi 13 mm ulir/sirip, hasil investigasi menggunakan tulangan besi banci 9.59 mm
2.Indikasi Dugaan pelanggaran objek pada jarak Besi sengkang tulangan sloof 20 cm, yang seharusnya jarak tulangan sengkang adalah 15 cm
C.Pekerjaan pasangan Balok beton,
1.Indikasi Dugaan pelanggaran pada objek Besi Tulangan balok, Hasil investigasi tulangan besi balok menggunakan besi banci berdiameter 10,80 mm / 14,11 mm / 13,87 mm / 13,14 mm / 13,71 mm / 14,79 mm seharusnya tulangan balok beton menggunakan tulangan 16 mm ulir/sirip.
2.Indikasi Dugaan pelanggaran pada objek Besi Tulangan sengkang, menggunakan besi banci menggunakan tulangan 7,36 mm/ 7,53 mm / 7,35 mm, seharusnya menggunakan besi 10 mm
Pekerjaan pasangan Plat lantai,
3.Indikasi Dugaan pelanggaran pada objek, menggunakan tulangan besi banci berdiameter 7,93 mm / 6,39 mm / 7,17 mm, seharusnya tulangan pembesian plat lantai menggunakan besi polos 10 mm
E.Pekerjaan pasangan Kolom praktis,
-Indikasi Dugaan pelanggaran pada objek, Pekerjaan pasangan tulangan menggunakan besi banci 6,09 mm / 5,71 mm / 6,49 mm / 6,47 mm seharusnya menggunakan tulangan besi 10 mm polos, kemudian jarak tulangan sengakang 24 cm, 22 cm seharusnya berjarak 15 cm
F. Pekerjaan pasangan Balok Late ,
Indikasi Dugaan pelanggaran pada objek, tidak dilakukan pekerjaan pasangan balok late dilantai 1 (satu) dan lantai 2 (dua)
Ashari menyampaikan kembali, semua indikasi pada objek yang disinyalir telah terjadi dugaan pelanggaran adalah modal awal untuk membawa permasalahan ini keranah hukum, karena secara otomatis ada unsur-unsur Man rea, yaitu tidak dilakukan pengawasan ketat pihak yang bertanggung jawab atau ada indikasi perseongkokolan jahat, dalam hal ini Kuasa pengguna anggaran, PPK, PPTK, Kontraktor dan juga Konsultan pengawas harus dapat mempertanggung jawababkan. Ungkapnya
Semestinya disaat kami menyampaikan pengaduan hasil survei dan investigasi kepada dinas PU bandar lampung, memberikan jawaban tersebut kepada kami, namun sampai saat ini tidak ada keterbukaan informasi yang mereka berikan kepada MTM, Tutup dia

