BREAKING NEWS
 

Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek: Potensi Hujan Lebat, Warga Diminta Tetap Waspada


Jakarta, Wartapembaruan.co.id
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Pusat Nowcasting mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek pada Senin, 12 Januari 2026 pukul 06.40 WIB. Dalam rilis tersebut, BMKG menyatakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, yang diperkirakan mulai terjadi sejak pukul 06.45 WIB dan dapat berlangsung hingga sekitar pukul 09.00 WIB.

Peringatan ini mencakup wilayah yang sangat luas, mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, hingga Bekasi, baik di tingkat kota maupun kabupaten. BMKG menekankan bahwa fenomena cuaca ini merupakan bagian dari dinamika atmosfer yang tengah aktif di wilayah barat Pulau Jawa, yang berpotensi menimbulkan dampak langsung bagi aktivitas masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.

Wilayah yang Berpotensi

 Terdampak

Pada fase awal, hujan lebat diperkirakan mengguyur sejumlah wilayah padat penduduk seperti Jakarta Utara (Penjaringan, Tanjung Priok, Koja, Cilincing, Pademangan, Kelapa Gading), Jakarta Barat (Cengkareng, Grogol Petamburan, Taman Sari, Tambora, Kebon Jeruk), serta kawasan strategis di Kabupaten Bogor seperti Cibinong, Gunung Putri, Cileungsi, hingga Parung Panjang. Sejumlah wilayah pesisir dan industri di Kabupaten Bekasi seperti Muaragembong, Cabangbungin, dan Cikarang Selatan juga masuk dalam zona potensi hujan lebat.

Selain itu, Kota Bogor bagian barat, Kota Depok (Cilodong), serta wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang, termasuk Jambe, Legok, Karawaci, hingga Serpong Utara di Tangerang Selatan, juga diperkirakan terdampak pada fase awal peringatan.

BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi ini dapat meluas ke hampir seluruh wilayah Jabodetabek, termasuk Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, seluruh wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan. Dengan cakupan yang begitu luas, potensi gangguan aktivitas masyarakat menjadi salah satu perhatian utama.

Potensi Dampak dan Risiko

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari genangan dan banjir lokal, gangguan lalu lintas, hingga risiko pohon tumbang dan gangguan kelistrikan. Di wilayah pesisir utara Jakarta dan Kabupaten Bekasi, hujan lebat yang terjadi bersamaan dengan pasang laut juga berpotensi memperparah genangan.

Namun demikian, BMKG menegaskan bahwa peringatan dini ini bersifat antisipatif. Tidak semua wilayah yang disebutkan akan mengalami dampak yang sama berat, karena intensitas hujan dapat bervariasi dalam skala lokal. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi resmi.

Respons dan Imbauan

Sejumlah pemerintah daerah dan instansi terkait di Jabodetabek diharapkan terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapsiagaan infrastruktur drainase, pompa air, dan penanganan darurat. Bagi masyarakat, BMKG mengimbau agar:

• Menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi hujan disertai angin kencang dan petir.

• Waspada terhadap potensi genangan di titik-titik rawan banjir dan kemacetan.

• Menunda aktivitas luar ruang yang tidak mendesak hingga cuaca membaik.

• Memantau informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah.

BMKG juga mengingatkan bahwa prakiraan dan peringatan dini bersifat dinamis dan dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer di lapangan. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk terus mengikuti pembaruan melalui kanal resmi BMKG.

Situasi hingga Pukul 09.00 WIB

Berdasarkan informasi terakhir, kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah itu, intensitas hujan diproyeksikan mulai berkurang secara bertahap, meskipun potensi hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi di beberapa wilayah.

Dengan tingginya mobilitas masyarakat pada pagi hari kerja, peringatan dini ini menjadi penting sebagai landasan mitigasi risiko, baik bagi individu, dunia usaha, maupun pemerintah daerah. Kewaspadaan kolektif dan informasi yang akurat diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk dari kondisi cuaca yang kurang bersahabat ini.


(Alred)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image