BREAKING NEWS
 

Ramalan Fenny Rama: Bencana Disebut Mengintai Pantai Indah Kapuk 2026


Jakarta, Wartapembaruan.co.id
  — Seorang peramal yang dikenal melalui media sosial dengan akun @forensik14, Fenny Rama, menyampaikan peringatan yang menarik perhatian publik terkait potensi bencana besar yang disebutnya mengintai kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) pada tahun 2026.

Dalam pernyataannya di media sosial, Fenny mengaku tahun 2026 menjadi periode yang paling membuatnya merasa takut, khususnya ketika ia “melihat” titik tertentu di kawasan PIK. Perasaan tersebut, menurutnya, berbeda dengan pengalaman emosional yang ia rasakan saat berada di wilayah pesisir lain.

“Setiap melewati PIK muncul rasa takut. Padahal saya suka suasana pantai, menikmati alunan ombak, dan segala sesuatu yang ada di laut,” ujar Fenny.

Ia membandingkan perasaannya saat berada di Bali, Pelabuhan Ratu, hingga Labuan Bajo. Menurutnya, di sejumlah daerah tersebut ia tidak merasakan ketakutan serupa.

“Di Bali tidak begitu, di Pelabuhan Ratu juga tidak. Di Labuan Bajo saya tidak takut seperti ini. Tapi kalau di PIK, rasanya berbeda. Pas melihat PIK, spontan saya bilang, ‘Astagafirullahalazim’,” tuturnya.

Sorotan terhadap Pembangunan Kawasan Pesisir

Fenny juga menyampaikan harapan agar ke depan seluruh pihak lebih bijak dalam menyikapi pembangunan, khususnya di kawasan pesisir. Ia menilai beban alam di wilayah tersebut sudah terlalu berat akibat aktivitas pembangunan yang masif.

“Mohon jangan banyak lagi masalah pembangunan. Tanah di sana itu sudah terlalu berat untuk menahan ini semua,” ucapnya.

Ia menggambarkan apa yang ia lihat sebagai air dalam jumlah sangat besar yang masuk dan menyentuh daratan. Menurutnya, potensi kejadian tersebut bisa melampaui skala sejumlah bencana alam yang pernah terjadi di Sumatera.

Tanggapan Pihak Terkait

Hingga berita ini diturunkan, redaksi telah berupaya meminta tanggapan kepada pihak pengembang Pantai Indah Kapuk, namun belum memperoleh respons.

Sementara itu, sejumlah pengamat mengingatkan agar setiap informasi terkait potensi bencana tetap disikapi secara rasional dan berbasis data ilmiah. Penilaian risiko bencana, menurut para ahli, harus merujuk pada kajian geologi, hidrologi, serta perencanaan tata ruang yang berkelanjutan.

Meski menuai pro dan kontra, pernyataan Fenny Rama kembali memantik diskusi publik mengenai pentingnya kehati-hatian dalam pembangunan kawasan pesisir serta perlunya keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image