BREAKING NEWS
 

Ratusan Warga Ujung Batu Barus Datangi Kantor Camat Barus Meminta "Aktifkan Kepala Desa Kami, Jika Tidak Camat yang Harus Dicopot!”


Barus, Tapanuli, Wartapembaruan.co.id
-- Tengah.Wartapembaruan.co.id - Amarah Warga Desa Ujung Batu, Kecamatan Barus, akhirnya meledak. Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa damai namun penuh tekanan politik di Kantor Camat Barus, Senin (5/1/2026), menuntut pengaktifan kembali Kepala Desa Ujung Batu, Mustafa Husni Tanjung, yang dinonaktifkan secara sepihak pada 31 Desember 2025.

Penonaktifan tersebut berdalih kepala desa tidak tanggap bencana. Namun tudingan itu dipatahkan mentah-mentah oleh kesaksian masyarakat sendiri. Warga menyebut tuduhan tersebut sebagai narasi sesat yang melukai rasa keadilan publik.

Menurut pengakuan warga, Mustafa Husni Tanjung justru mempertaruhkan nyawanya saat bencana, rela berenang di tengah banjir untuk menyelamatkan anak-anak warga, meski rumah pribadinya sendiri ikut diterjang bencana.

“Kalau itu disebut tidak tanggap bencana, lalu apa arti kepemimpinan?” teriak warga dalam aksi.

Kesedihan bercampur kemarahan tak terbendung. Tangis ibu-ibu pecah di halaman kantor camat, menyaksikan pemimpin yang mereka anggap satu nasib, satu penderitaan, justru disingkirkan tanpa mendengar suara rakyat.

Ibu Hadiah Situmeang menyampaikan bahwa keputusan tersebut telah menghancurkan ikatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami menangis, kami sedih. Kepala desa kami itu hidup bersama kami. Susah senang, makan tidak makan, kami selalu bersama. Tapi sekarang dia dicopot seolah-olah penjahat,” ujarnya dengan suara bergetar.

Pernyataan lebih keras disampaikan warga lainnya. Egil Marpaung, mewakili masyarakat, secara terbuka menggugat posisi Camat Barus, Sanggam Panggabean.

“Aktifkan kembali kepala desa kami. Kalau tidak, lebih baik camat yang dinonaktifkan. Camat kami tidak pernah ada di kantor. Tahunya hanya ke Pandan saja katanya,” tegas Egil, disambut sorak massa.

Ironisnya, saat rakyat datang menyampaikan jeritan hati, Camat Barus justru tidak berada di tempat. Warga menyebut camat sedang berada di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, memperkuat persepsi publik bahwa pemerintah kecamatan absen di saat rakyat terluka.

Ibu Susiani Simanullang menilai penonaktifan kepala desa sebagai bentuk ketidakadilan struktural.

“Bukan hanya rumah kami yang hancur karena bencana, kepercayaan kami kepada pemerintah juga hancur,” katanya.

Warga Ujung Batu menegaskan, aksi ini bukan yang terakhir. Mereka menyatakan siap membawa persoalan ini ke pemerintah kabupaten, provinsi, hingga kementerian, jika tuntutan mereka terus diabaikan.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Namun satu pesan tegas menggema dari Barus: rakyat menolak dizalimi, dan pemimpin yang berkorban tidak boleh dikorbankan."tutupnya.(M.T)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image