Silaturahmi dan Rapat Awal Tahun, Pokja PWI Jaktim Satukan Visi Hadapi Tantangan Jurnalistik 2026
Jakarta, Wartapembaruan.co.id — Memasuki awal tahun 2026, Kelompok Kerja (Pokja) PWI Kejaksaan dan Pengadilan Serta Bea Cukai Jakarta Timur menggelar kegiatan silaturahmi yang dirangkai dengan rapat awal tahun, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi internal, menyatukan visi dan misi, sekaligus mengevaluasi capaian kinerja sepanjang tahun sebelumnya.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Jakarta Timur Erfan Pratama, didampingi Sekretaris Fahmi Nurdin dan Bendahara Ali Hanafiah. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat kekeluargaan yang tetap berpijak pada profesionalisme.
Menurut Erfan, silaturahmi bukan sekadar ajang temu rutin, melainkan fondasi penting untuk membangun kerja sama yang solid di tengah dinamika tugas jurnalistik. “Pendekatan kekeluargaan ini penting agar komunikasi antaranggota tetap terbuka, sehingga setiap masukan dan aspirasi dapat disampaikan secara konstruktif,” ujarnya.
Setelah sesi silaturahmi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat awal tahun yang membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari evaluasi program kerja tahun sebelumnya, pemetaan tantangan yang dihadapi, hingga perumusan langkah perbaikan ke depan. Dalam arahannya, Erfan menekankan pentingnya menjadikan pengalaman sebagai bahan pembelajaran untuk menyusun kebijakan kerja yang lebih terukur dan realistis.
“Awal tahun adalah momentum refleksi bersama. Kita perlu melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu dibenahi agar kinerja ke depan lebih optimal dan memberikan dampak nyata,” kata Erfan.
Rapat juga membahas penyusunan rencana kerja tahun 2026, termasuk penetapan prioritas liputan serta target yang akan dicapai. Diskusi berlangsung terbuka dan partisipatif dengan melibatkan seluruh anggota Pokja, sehingga rencana yang disusun diharapkan selaras dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan situasi di lapangan.
Sejumlah anggota Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan mengapresiasi pola diskusi yang mengedepankan keterbukaan dan kesetaraan. Mereka menilai rapat awal tahun bukan sekadar forum formal, tetapi juga wadah untuk menyatukan persepsi dan memperkuat rasa tanggung jawab kolektif terhadap tujuan organisasi.
Meski demikian, beberapa catatan kritis turut mengemuka. Tantangan seperti keterbatasan akses narasumber, tuntutan peningkatan kualitas pemberitaan, serta kebutuhan adaptasi terhadap perubahan regulasi dan perkembangan teknologi dinilai perlu mendapat perhatian serius. Anggota Pokja berharap rencana kerja yang disusun tidak hanya bersifat ambisius, tetapi juga didukung kebijakan dan sumber daya yang memadai.
Dari sisi independensi dan akuntabilitas, Ketua Pokja menegaskan komitmen untuk tetap bekerja secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. Nilai integritas dan tanggung jawab ditegaskan sebagai prinsip utama dalam pelaksanaan tugas peliputan di lingkungan Kejaksaan, Pengadilan, dan Bea Cukai sepanjang tahun 2026.
Kegiatan silaturahmi dan rapat awal tahun ini ditutup dengan harapan bersama agar kebersamaan yang terbangun dapat menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai tantangan jurnalistik ke depan. Dengan konsolidasi yang kuat sejak awal tahun, seluruh anggota Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan serta Bea Cukai diharapkan mampu meningkatkan kinerja, menjaga kepercayaan publik, dan menjalankan fungsi pers secara independen, berimbang, dan bertanggung jawab.
(Alred)

