WALHI Jambi: Longsor PETI Sarolangun Bukti Gagalnya Negara Lindungi Warga
JAMBI, Wartapembaruan.co.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya enam warga dalam peristiwa longsor di lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI), Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Selasa (20/1/2026).
WALHI menilai tragedi tersebut bukan sekadar kecelakaan kerja, melainkan potret kegagalan negara dalam menghentikan praktik tambang ilegal yang telah lama berlangsung tanpa pengawasan.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi, Oscar, menegaskan bahwa longsor merupakan risiko yang sejak awal melekat pada aktivitas PETI. Tambang ilegal dijalankan tanpa standar keselamatan, tanpa kajian lingkungan, serta berada di luar sistem pengawasan negara.
“Ketika aktivitas pertambangan ilegal dibiarkan, maka korban jiwa hanya soal waktu. Tragedi ini menunjukkan kegagalan negara mencegah praktik berbahaya yang sudah lama diketahui publik,” tegas Oscar.
Selama bertahun-tahun, PETI di Jambi telah memicu kerusakan hutan dan lahan, pencemaran sungai, serta meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana ekologis seperti banjir dan longsor. Menurut WALHI, jatuhnya korban jiwa tidak bisa dilepaskan dari lemahnya tata kelola sumber daya alam dan penegakan hukum yang tidak konsisten.
Oscar menilai penanganan PETI selama ini hanya bersifat sporadis. Penertiban dilakukan sesekali, namun tidak pernah menyentuh aktor-aktor utama yang berada di balik bisnis tambang ilegal.
“Yang ditindak hanya pekerja lapangan, sementara pihak-pihak yang mengambil keuntungan besar justru tidak tersentuh hukum,” ujarnya.
Atas tragedi ini, WALHI Jambi mendesak:
- Aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan, termasuk menelusuri aktor-aktor yang bertanggung jawab secara struktural.
- Pemerintah daerah dan provinsi menghentikan pembiaran terhadap PETI dan memperketat pengawasan wilayah rawan tambang ilegal.
- Pemerintah memastikan pemulihan ekosistem yang rusak akibat PETI untuk mencegah bencana ekologis.
- Negara menyediakan alternatif mata pencaharian yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
- Evaluasi total tata kelola pertambangan dan kawasan hutan di Jambi.
WALHI menegaskan, pendekatan represif semata terhadap pekerja tambang tidak akan menyelesaikan persoalan PETI.
“Setiap nyawa yang hilang adalah pengingat bahwa pembiaran memiliki konsekuensi nyata. Negara tidak boleh hanya hadir setelah tragedi, tapi harus mencegahnya sejak awal,” pungkas Oscar.
