BREAKING NEWS

Wali Kota Sibolga Sambut Kedatangan Menteri PUPR, Bahas Penanganan Jalan dan Infrastruktur Pascabencana


PINANGSORI,TAPTENG, wartapembaruan.co.id
– Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sibolga, Riwansyah S., ST, MM, serta Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sibolga, Muhammad Rasyd Manalu, S.Pd., MIKom, menyambut kedatangan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, beserta rombongan di Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Pinang Sori, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Jumat (23/01/2026) pagi.

Kunjungan Menteri PUPR ke Kota Sibolga bertujuan untuk memastikan penanganan pascabencana, diantaranya normalisasi Sungai Aek Doras, perbaikan jaringan air bersih di Kota Sibolga, serta sejumlah penanganan infrastruktur lainnya.

Selain itu, Menteri PUPR juga meninjau kemajuan pengerjaan jalur Sibolga–Rampah sebagai upaya menormalkan kembali aktivitas perekonomian di Kota Sibolga. Hal ini mengingat Kota Sibolga merupakan jalur distribusi kebutuhan dasar bagi kabupaten/kota se-Kepulauan Nias.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum menjelaskan bahwa akses jalan Tarutung–Sibolga hingga saat ini belum sepenuhnya fungsional. Kondisi jalan yang terjal serta karakteristik tanah yang labil menjadi tantangan utama dalam penanganan secara permanen.

Untuk penanganan permanen memerlukan waktu karena harus dilakukan pengecekan dan pengujian kondisi tanah secara menyeluruh.Karakter tanah di kawasan ini terus bergerak, sehingga kajian teknis harus benar-benar matang,” ucap Menteri PUPR.

Ia juga menyampaikan telah melakukan koordinasi dengan Direktur Jenderal Bina Marga terkait kemungkinan pembangunan jembatan di kawasan Bukit Barisan. Namun demikian, seluruh langkah lanjutan masih menunggu hasil kajian teknis dari tim jalan dan tim uji.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, juga menyampaikan bahwa jalur tersebut hingga kini masih dilalui kendaraan logistik, khususnya truk fuso. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga akses jalan tetap dapat digunakan.

Terkait anggaran, Menteri PUPR menyebutkan bahwa biaya pembangunan jalur alternatif saat ini belum dapat dihitung secara pasti dan berpotensi mencapai ratusan miliar rupiah. Meski demikian, akses jalan sementara telah dapat dilalui, baik dari arah Rampah dan terus dilakukan perbaikan secara bertahap.

“Jika ada jalan yang sempit akan diperlebar, dan jika ada yang terlalu terjal akan dipotong agar lebih landai. Proses perbaikan terus kita kejar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa, tantangan utama penanganan jalan di wilayah tersebut adalah kondisi perbukitan dan adanya sesar atau patahan tanah, sehingga seluruh pekerjaan harus diperhitungkan secara cermat agar hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang.

Selain membahas infrastruktur jalan, Kementerian PUPR juga menyampaikan sejumlah bantuan kepada Pemerintah Kota Sibolga, antara lain pembangunan dermaga sebagai infrastruktur pengaman pantai untuk mengendalikan erosi, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau Instalasi Pengelohan Limbah Tinja (IPLT) di Dinas PKPLH Kota Sibolga, serta bantuan fasilitas umum di lokasi Hunian Tetap (Huntap) Aek Parambunan.(M.T)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image