BREAKING NEWS

Warga Sesalkan Kinerja Pemkab Tapteng , Ribuan Kubik Kayu dan Lumpur di Tiga Desa Kecamatan Barus Masih Menumpuk




Barus,  wartapembaruan.co.id
- Pemkab Tapanuli Tengah bersama Tim Tanggap Darurat melakukan upaya konkrit percepatan pemulihan bencana.Plt Camat Barus, Sanggam Panggabean mengonfirmasi bahwa penanganan pemulihan pascabencana banjir di Kecamatan Barus melalui berbagai kegiatan terus dipacu.

"Saat ini progres pengerjaannya sudah terlaksana 90 persen. Kami mengupayakan Barus bangkit lebih cepat," ungkap Plt. Camat Barus Sanggam Panggabean kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).

Menelusuri pernyataan terebut, berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, Jumat (23/1/2026), terlihat ribuan kubik kayu dan tumpukan tanah  akibat banjir bandang melanda Kabupaten Tapteng,  masih terlihat menumpuk di lingkungan permukiman warga tiga desa di daerah tersebut. Tiga desa tersebut yakni Dusun Pasar Baru Kelurahan Padang Masiang, Lorong III Desa Ujung Batu, dan Desa Pasar Terandam.

Sehingga sejumlah warga mengaku prihatin dan sedih terhadap kinerja Pemkab Tapteng khususnya Kecamatan Barus, yang dinilai kurang peduli terhadap kondisi warga. Seorang warga Lingkungan 2 Pasar Baru Kelurahan Padang Masiang, Munir Tumanggor mengakui bencana dialami mereka sungguh memberatkan.

 Sebab bencana yang terjadi di minggu terakhir Nopember 2025 tersebut tidak hanya terendam banjir hingga mencapai tiga meter, juga menghanyutkan sejumlah rumah disebabkan terjangan air yang disertai dengan ribuan kubik kayu.

Munir Tumanggor memang mengakui pihak kecamatan ada datang melihat kondisi warga beberapa minggu pascabanjir. "Memang ada datang dan membersihkan tumpukan kayu, tapi sepertinya sekedarnya saja yakni hanya menggeser-geser kayu di depan rumah warga. Hanya sebentar dan setelah itu tidak datang lagi," sebutnya.


Padahal, lanjut dia, kondisi pemukiman warga Kelurahan Padang Masing masih belum sepenuhnya membaik. "Seperti jalan setapak warga yang dulunya disemen, kini masih tertutup tanah lumpuh yang menumpuk. Sehingga jalan tersebut sulit dilalui warga khususnya pelajar biasa lalu lalang menuju sekolah," sebutnya.

"Apalagi tumpukan kayu yang jumlahnya  cukup banyak ini, kami yakini sangat sulit jika hanya mengandalkan warga. Sebab kayunya cukup banyak dan besar-besar,"katanya menambahkan.

Untuk itu, Munir Tumanggor berharap kepada Pemkab Tapteng   kiranya membuka jalan warga yang masih tertimbun tanah dan tumpukan kayu tersebut. 

Hal senada disampaikan warga lainnya mengaku, Mawarni Simatupang. Dia membantah pernyataan Plt Camat Barus Sanggam Panggabean, yang sebelumnya menyebutkan di kecamatan Barus sudah pulih 90 persen.

" Orang abang lihat sendirilah semua disana sini masih banyak tumpukan kayu. Begitu juga tanah yang masih menimbun jalan setapak yang biasa dilalui warga dan pelajar,"sebutnya. 

Begitu juga, lanjut Mawarni, kondisi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapteng di Kelurahan Padang Masiang, yang diklaim pihak pemkab maupun kecamatan sudah dibersihkan. "Coba orang abang saksikan saja langsung kesana (MAN 1 Tapteng), masih banyak tumpukan tanah disana," bebernya.

Saat sejumlah wartawan menuju k MAN 1 Tapteng, memang masih terlihat tumpukan tanah bahkan sejumlah kayu di salahsatu ruangan kelas.  Riman Marbun selaku Penjaga MAN 1 Tapteng, berharap kepada Pemkab Tapteng untuk turun membantu mengambil semua tanah lumpur yang masih menumpuk, agar siswa bisa kembali sekolah belajar dengan baik dan nyaman.

"Kita berharap kiranya pemerintah setempat agar turun untuk membersihkan secara total di lingkungan sekolah ini. Kita tidak terjebak ke politik sana sini, sebab yang diharapkan sekolah anak-abak bisa kembali belajar dengan baik dan nyaman," katanya. (M.T)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image