BREAKING NEWS
 

Warga Terdampak Banjir di Tukka Masih Bertahan, Normalisasi Rumah Tak Kunjung Dilakukan Pemerintah


Tapanuli Tengah, wartapembaharuan.co.id
– Sejumlah warga Jln.Stz.Tamapubolon Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang terdampak banjir bandang hingga kini masih hidup dalam kondisi memprihatinkan. Pasalnya, normalisasi dan perbaikan rumah warga yang rusak akibat banjir belum juga dilakukan oleh pemerintah, meski bencana telah berlalu cukup lama.

Pantauan di lapangan Awak Media Wartapembaharuan.co.id Minggu, (11/01/2026) menunjukkan, banyak rumah warga masih dalam kondisi rusak parah yang mana dinding rumah retak, lantai dipenuhi lumpur yang mengering, serta perabotan rumah tangga hancur akibat terjangan air bah. Bahkan, sebagian warga terpaksa bertahan di rumah yang tidak lagi layak huni karena keterbatasan ekonomi.

“Sejak banjir, belum ada perbaikan rumah dari pemerintah. Kami hanya membersihkan sendiri parit, jalan dan rumah warga yg berlumpur dengan cara bergotong royong  Kalau hujan turun, kami takut banjir datang lagi,” ujar K. Sipahutar salah seorang warga Tukka dengan nada kecewa.

K.Sipahutar mengaku, setelah bencana terjadi, pemerintah hanya memberikan 3 Solop  beras, namun hingga kini tidak ada kejelasan terkait bantuan normalisasi rumah, baik berupa perbaikan, bantuan material, maupun relokasi bagi rumah yang rusak berat.

"Kami sudah capek menunggu. Pendataan sudah, tapi realisasi tidak ada. Seolah-olah kami dibiarkan bertahan sendiri,” keluh warga lainnya.


Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat, karena di tengah gencarnya pernyataan pemerintah tentang penanganan pascabencana, fakta di lapangan justru berbanding terbalik dan warga Tukka merasa dianaktirikan dan tidak mendapat perhatian serius, khususnya dalam pemulihan tempat tinggal mereka.

Selain rumah, banjir juga merusak fasilitas lingkungan dan akses jalan permukiman, hingga kini normalisasi lingkungan dan drainase di sekitar pemukiman warga juga belum dilakukan secara maksimal, sehingga ancaman banjir susulan masih menghantui." tegas K.Sipahutar.

K.Sipahutar berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera turun tangan secara nyata, tidak hanya sebatas wacana dan janji mereka meminta normalisasi rumah, perbaikan lingkungan, serta solusi jangka panjang agar bencana serupa tidak terus berulang.

Kami tidak minta mewah, hanya ingin rumah kami kembali layak untuk ditempati dan merasa aman,” tutup K.Sipahutar

(M.T)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image