News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Korban Ilegal Trafficking: TKW Asal Karawang Menderita Sakit, Teraniaya, Tersiksa Minta Pulang Dipersulit

Korban Ilegal Trafficking: TKW Asal Karawang Menderita Sakit, Teraniaya, Tersiksa Minta Pulang Dipersulit


Jakarta-Wartapembaruan.co.id -- Terulang Kembali kejadian yang memilukan dialami tenaga kerja kita yang bekerja diluar negeri oleh oknum pengusaha pemberangkatan tenaga kerja yang tidak mematuhi aturan yang berlaku.

 Kali ini dialami Rodiah TKW (Tenaga Kerja Wanita) asal Karawang Jawa Barat, bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Saudi Arabia (Proses pengirimannya patut dapat diduga illegal atau dalam bahasa lebih halus versi para pihak adalah non-prosedural).

Kondisi Rodiah saat ini sedang dalam keadaan sakit parah, kulit tangannya hancur seperti mengelupas, sering merasa keram dan wajahnya mengalami bengkak-bengkak.

Namun tetap harus mengerjakan semua tugasnya sebagai pembantu rumah tangga pada majikan nya di Saudi Arabia, hal ini berdasarkan penuturan korban Rodiah melalui WA dengan kami Lembaga Informasi Masyarakat.

Berikut penuturan korban, Mulanya (saya) Rodiah (32), direkrut sponsor Hj Sopiah, lalu diserahkan kepada Hj Tioh, selanjutnya diserahkan kepada PT, Bharindo Mahdi.

Waktu itu, medical di klinik yang ada di Condet, diantar HjTioh, pasporan Hj Sopiah dan Toni anak dari Hj Tioh ke kantor Imigrasi dengan data-data KTP, KK yang kemudian saya diajarin oleh pemandu.

Setibanya di dalam Imigrasi saya ditanya petugas, Mau Kemana? Ngapain?

Lalu saya jawab sesuai arahan seseorang anak muda yang di Imigrasi tersebut “Mau jalan-jalan ke Malasya,” ujar Rodiah kepada kami Lembaga Informasi Masyarakat Jumat (27/ 11/2020).

Rodiah mengatakan, tepatnya pada 8 Nopember 2019 saya diberangkatkan melalui Bandara Soekarno Hatta bersama 7 orang lainnya

Saat ini saya sudah 13 bulan dipekerjakan dengan gonta-ganti majikan hingga 6 kali ganti majikan.


Saya selalu diperlakukan tidak manusiawi, tolong saya pa, saya sudah tidak kerja, saya sering sakit dan sakit selama bekerja di sini harapannya saat mengadukan nasib saya ini kepada Ketua Umum LSM LIM Aunur Rofiq

Menanggapai permasalahan penderitaan anak bangsa yang patut dapat diduga sebagai korban illegal Trafficking ini, Aunur Rofiq sebagai Ketua Umum Lembaga Informasi Masyarakat (LIM) sekaligus sebagai penerima kuasa dari orang tua Rodiah, mengatakan, kasus ini sudah ditindaklanjuti dengan menyampaikan laporan kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)

Dengan maksud untuk meminta diberikan perlindungan jiwanya, akan halnya proses mulai perekrutan sampai pemberangkatan yang patut dapat diduga illegal dan atau non prosedural serta keaslian dokumen sebagaimana ditentukan dalam UU ketenagakerjaan.

Kiranya pihak BP2MI memberikan keterangan apa adanya sebagaimana data pada (Sisko) sistem yang terupdate pada BP2MI, namun hingga berita ini dibuat BP2MI belum memberi tanggapan sebagaimana yang diharapkan.

Rofiq menambahkan, sebelumnya kami beserta tim telah melakukan investigasi dengan mengunjungi kediaman sponsor utama yaitu HjTioh pada kediamannya di Karawang

Kemudian beliau (HjTioh) mengakui bahwa Rodiah TKW yang direkrutnya dan diproses pemberangkatan saudara Bahrudin sebagai Direktur PT Bharindo Mahdi beralamat di Setu cipayung Jakarta Timur (sekitaran mabes Hankam), Paparnya saat di temui awak media.

Terkait dugaan illegal trafficking atas korban bernama Rodiah ini mengacu pada Moratorium Kepmenaker 260 tahun 2015, atas peristiwa dan kejadian anak bangsa yang teraniaya di negeri orang.

“Ini kami dari Lembaga Informasi Masyarakat berharap pihak-pihak terkait terutama perusahaan segera mempertanggungjawabkan dan segera memulangkan korban sebagaimana keinginan korban dan orang tuanya, kiranya pihak penegak hukum menyelami peristiwa ini,” pintanya.

Mengingat ribuan anak bangsa yang teraniaya di negeri orang dengan proses diduga illegal, pemerintah harus hadir disetiap persoalan penderitaan anak bangsa.


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar