News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur Sumbar Beli Mobil Dinas Baru, Ketum PMKP : Masih Pandemi, Jika Remnya Rusak, Itu Yang di Perbaiki !!

Gubernur Sumbar Beli Mobil Dinas Baru, Ketum PMKP : Masih Pandemi, Jika Remnya Rusak, Itu Yang di Perbaiki !!

PADANG, WARTAPEMBARUAN.CO.ID - Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah dan wakilnya, Audy Joinaldy membeli mobil dinas baru di tengah pandemi Covid-19 dan sulitnya perekonomian karena dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Keputusan tersebut menuai banyak kritik dari berbagai kalangan diantaranya dari organisasi mahasiswa yaitu Pergerakan Mahasiswa Kota Padang (PMKP).

Ketua Umum PMKP Adi Saputra dalam keterangannya menyampaikan miris mendengar kabar tersebut

"Keputusan gubernur dan wakil gubernur Sumbar membeli mobil dinas baru dengan anggaran yang cukup besar ini sangat memprihatinkan, tentu kita miris mendengar kabar ini, disaat masyarakat sedang sulit di tengah pandemi ini, pemimpin kita malah mengeluarkan anggaran yang tidak penting dan terkesan mereka butuh kemewahan," ujarnya, Selasa (17/08/2021).

Lanjut ia menyebutkan apalagi dengan alasan hanya karena mobil dinas lama remnya rusak, tentu membuat masyarakat Sumbar akan sangat kecewa akan hal tersebut.

"Ini adalah penyakit para pejabat kita yang harus dekat dengan kemewahan. Jika seandainya mobil dinas remnya rusak tentu tinggal di perbaiki, dan mobil dinas selevel gubernur dan wakil gubernur tentu tidak mungkin satu unit mobil," lanjutnya.

Ia juga menyebutkan gubernur dan wakil gubernur selama menjabat belum menunjukkan kerja yang bagus selama dilantik. Seharusnya gubernur dan wakil gubernur menunjukkan kepada publik kebijakan yang dirasakan oleh rakyat, bukan malah terkesan haus dengan kemewahan.

"Saat ini di berbagai rumah sakit di kabupaten/kota mengalami kelangkaan oksigen dan banyak rumah sakit yang melimpah di isi oleh pasien covid-19, seharusnya jika gubernur dan wakil gubernur mempunyai hati untuk memikirkan masyarakat Sumbar, mereka tidak akan tega melontarkan anggran yang besar hanya untuk mobil dinas," ungkapnya.

Belum lagi kondisi, lanjut Adi, ekonomi sumbar sangat terpuruk diakibatkan PPKM. Jangankan memikirkan cara untuk memulihkan ekonomi rakyat, mereka malah minta mobil dinas yang baru.

"Gubernur dan wakil gubernur sepertinya sudah besar kepala. Saya yakin mereka akan tahu konsekuensi dan reaksi masyarakat akan hal ini, tetapi mereka juga sepertinya percaya bahwa kritikan itu bisa di cairkan dengan jawaban yang nyeleneh dan pola ini komunikasi ini selalu digunakan oleh gubernur dalam kurun berbagai waktu belakang," tutupnya. (Zaki)

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.

Posting Komentar