Iklan

STOPAN JABAR Ternyata Bisa Menurunkan Kasus Perkawinan Anak

warta pembaruan
06 Agustus 2021 | 10:45 AM WIB Last Updated 2021-08-06T03:55:38Z
Bandung, Wartapembaruan.co.id -- Berdasarkan data tahun 2020, kasus perkawinan anak di Jawa Barat masih tinggi, yaitu sebesar 11,96% (Prevalensi perempuan usia 20 tahun hingga 24 tahun yang menikah pada usia dibawah 18 tahun).  Tingginya perkawinan anak ini sangat mengkhawatirkan karena menimbulkan efek domino terhadap persoalan lainnya seperti: masih tingginya prevalensi stunting (26,21%), tingginya jumlah Perceraian (94,351 kasus), Rasio Kematian Ibu (85,77/100.000 KH), dan Rasio Kematian bayi (3,18/1000 KH)

Untuk dapat menurunkan kasus perkawinan anak serta menciptakan keluarga yang berkualitas DP3AKB Provinsi Jawa Barat menginisiasi program gerakan bersama stop perkawinan anak di jawa barat (STOPAN JABAR) yang merupakan rebranding dari GEBER CEUWINA (Gerakan Bersama Cegah Perkawinan Anak) (6/08/2021).

Launching STOPAN JABAR dilaksanakan pada puncak peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2021 tingkat Provinsi pada tanggal 28 Juli 2021 dengan adanya Penandatangan Nota Kesepakatan antara pemerintah provinsi Jawa Barat melalui DP3AKB Provinsi Jawa Barat dengan BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Kementrian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, dan Pengadilan Tinggi Agama yang disaksikan langsung oleh Bapak/Ibu Gubernur Provinsi Jawa Barat Dan penandatangan komitmen bersama unsur-unsur pentahelix (Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Lembaga Masyarakat, dan Media).

Saat kami temui Siska Gfrianti yang akrab disapa Doksin menuturkan" dengan adanya salah satu Program Unggulan STOPAN JABAR walaupun dilakukan secara virtual karena masa pandemi, tidak menyurutkan teman teman semua untuk memberikan dukungan kepada kami karena STOPAN JABAR salah satu Propgram untuk mengedukasi Masyarakat agar tidak menikah dibawah umur,karena bisa menimbulkan efek domino dan apapun bisa terjadi kedepannya pada masa perkawinan", Pungkasnya.

Walaupun belum bisa Tatap Muka, Pembekalan STOPAN JABAR kepada para MOTEKAR atau Motivator Ketahanan Keluarga yang salah satu Program unggulan DP3AKB ini dilakukan secara Virtual yang berkolaborasi dengan FAD atau Forum anak Daerah, terus menerus yang nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat di daerah masing masing.

Diharapkan dengan Terbentuknya STOPAN JABAR penurunan kasus perkawinan anak di Jawa barat mengalami penurunan bahkan 0%, bentuk upaya DP3AKB untuk Warga Jawa Barat menuju lebih baik dan menjadikan Jabar Juara Lahir Batin.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • STOPAN JABAR Ternyata Bisa Menurunkan Kasus Perkawinan Anak

Trending Now

Iklan