News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Intimidasi Wartawan oleh Petugas Bandara, Forum Jurnalis Jambi Kirim Surat Ke Angkasa Pura II Jambi

Intimidasi Wartawan oleh Petugas Bandara, Forum Jurnalis Jambi Kirim Surat Ke Angkasa Pura II Jambi

Jambi ,Wartapembaruan.co.id -- Kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum petugas Bandara Sultan Thaha - Jambi terhadap salah satu wartawan online di Jambi pada 24 Agustus 2021 lalu terus bergulir.

Forum Jurnalis Jambi (FJJ) secara resmi telah melayangkan surat yang ditujukan kepada pihak manajemen Angkasa Pura II - Jambi untuk meminta klarifikasi terhadap peristiwa tersebut.

Budi Harto, Ketua Forum Jurnalis Jambi (FJJ) sangat menyayangkan peristiwa itu terjadi. Semestinya, oknum petugas lebih bersikap humanis dan ramah terhadap siapapun, apalagi hal itu menyangkut pelayanan publik.

"Perbuatan itu tidak bisa dibenarkan, apalagi dengan ancaman yang diiringi dengan ucapan 'Kubantai Kau Nanti' tidak seharusnya diucapkan," ujarnya, Selasa (7/9/21).

Tidak hanya itu, berdasarkan pengakuan korban juga terungkap bahwa oknum petugas Bandara juga melarang melakukan kegiatan jurnalis yang pada saat kejadian itu untuk di dokumentasi sebagai informasi publik.

Maka dari itu, Forum Jurnalis Jambi mengutuk keras perbuatan yang melawan hukum tersebut, karena tugas seorang jurnalis dilindungi oleh undang-undang pers nomor 40 tahun 1999 diantaranya bagi siapa saja yang mengahalang-halangi tugas jurnalis maka dapat diancam dengan pidana.

Untuk diketahui, peristiwa tidak menyenangkan tersebut terjadi pada saat wartawan bernama Muhammad Saleh bersama isteri mendatangi Bandara Sultan Thaha - Jambi untuk mendapat vaksinasi Covid-19.

Kemudian sesampainya di Bandara lantas menanyakan prihal soal vaksin, lalu pihak petugas vaksin menjawab dan mengarahkan kepapan informasi untuk tata cara daftar vaksin secara online.

"Setelah brosing ternyata tidak bisa dilakukan pendaftaran, prihal itulah saya menanyakan kembali kepetugas vaksin untuk meminta penjelasan," ujarnya.

Entah mengapa kata dia, saat meminta penjelasan tersebut tiba-tiba petugas bandara mendatanginya dan lantas melakukan interogasi kepada dirinya seperti pelaku kriminal.

Bahkan kata dia, sejumlah petugas Bandara bersikap kasar dan berkata dengan nada ancaman, padahal menurut dia bersama isterinya hanya meminta penjelasan prosedur vaksin dan daftar vaksin secara online.

Tidak hanya sampai disitu saja kata dia, karena nalurinya sebagai seorang jurnalis dirinya lalu mengeluarkan alat perekam untuk mendokumentasi sebagai informasi publik namun dilarang oleh oknum petugas bandara.

Penulis: FJJ

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.