News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kawal Pemulangan PMI Bermasalah dari Malaysia, Kadisnakertrans Jabar: Bukti Negara Hadir

Kawal Pemulangan PMI Bermasalah dari Malaysia, Kadisnakertrans Jabar: Bukti Negara Hadir

Bandung  Wartapembaruan.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengawal pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Bermasalah dari Malaysia. Para pahlawan devisa itu dijemput dari Wisma Atlet, Pademangan, Kemayoran, Jakarta, untuk diantar ke rumahnya di kota/masing-masing.

"Kami dari tim penjemputan terus mengawal mereka untuk diantar sampai ke rumahnya masing-masing. Ada 19 PMI asal Jabar yang dipulangkan, 7 orang di antaranya pulang secara mandiri. Selebihnya yang 12 orang kami antar," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Jawa Barat Rahmat Taufik Garsadi, Senin (8/11/2021).

Menurut Rahmat, penjemputan para PMI Bermasalah oleh tim penjemput untuk mengantar mereka sebagai tanda bahwa negara hadir. Tim penjemput PMI terdiri dari unsur Dinas Nakertrans Pemprov Jabar, Dinas Sosial Pemprov Jabar, dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jabar.

"Para PMI sebagai pahlawan devisa harus mendapat perlakuan yang baik. Ini sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Asal Daerah Provinsi Jawa Barat," ujar Rahmat Taufik.

Kadisnakertrans Rahmat Taufik menambahkan, mereka setelah berada di Tanah Air akan terus diberdayakan agar taraf hidupnya tidak menurun. "Mereka bisa mengikuti pelatihan dan setelah mempunyai kemampuan bisa mengembangkan diri, selanjutnya bisa mengajak teman sekampung untuk menekuni usaha di negeri sendiri," ucap Rahmat Taufik Garsadi.

Adapun para PMI asal Jabar itu merupakan bagian dari 388 PMI Bermasalah yang bekerja di Malaysia. Pada umumnya, masalah yang dihadapi mereka adalah soal izin tinggal yang sudah kadaluarsa atau overstay. Mereka dipulangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut data, mereka yang dideportasi dari Malaysia tidak semuanya PMI. Mereka terdiri dari 229 laki-laki, 140 perempuan, 8 anak laki-laki, dan 9 anak perempuan. 

Sejak Maret 2021, setidaknya 1.361 PMIB yang telah dipulangkan dari Malaysia, melalui jalur udara maupun jalur laut. Semuanya telah melalui proses verifikasi dan pendataan, serta mengantongi surat keterangan hasil PCR negatif dan telah divaksin minimal dosis pertama.

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Femmy Eka Putri menjelaskan, proses pemulangan PMIB sudah berjalan cukup baik sehingga nantinya akan dilakukan karantina terlebih dahulu di Wisma Atlet Pademangan.

"Alhamdulillah proses pemulangan para PMIB dari Malaysia berjalan dengan baik pada malam ini, nantinya sebelum dipulangkan ke daerah asalnya para PMIB tersebut akan dilakukan karantina terlebih dahulu di Wisma Atlet Pademangan," ujar Femmy saat penjemputan pemulangan PMIB di Bandara Soekarno-Hatta.

Deputi Femmy juga mengatakan setelah pemulangan tersebut para PMIB dapat dilakukan pemberdayaan di daerah asalnya masing-masing dan memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

"Setelah para pekerja migran ini kembali ke daerah asalnya masing-masing, kami berharap pemerintah daerah juga ikut membantu dalam penanganan dan pemberdayaan supaya para PMIB tersebut dapat tetap betah di Indonesia dan memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," jata Femmy seraya berharap kepada pemerintah daerah terkait untuk ikut membantu dalam melakukan penanganan kepulangan para PMIB tersebut.

Dalam kedatangan PMIB ini, Deputi Femmy didampingi oleh para Asdep dan hadir juga Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri dan Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI. (Azwar)

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.