BREAKING NEWS
 

Ilegal Logging Merajalela di Jambi, Truk Kayu Ilegal Bebas Melintas, Disebut Dibekingi "Hendra Polda" dan WO Hajrin


Jambi, Wartapembaruan.co.id
  - Praktik illegal logging di Provinsi Jambi tampaknya kian tak terbendung. Aktivitas perambahan hutan dan pengangkutan kayu tanpa izin resmi masih berlangsung terang-terangan di sejumlah titik, seolah hukum tak lagi punya taring. Temuan terbaru tim awak media memperlihatkan truk pengangkut kayu ilegal melintas bebas di jalan lintas tanpa ada upaya penindakan dari aparat.

Dari hasil penelusuran lapangan, awak media berhasil menemukan truk bermuatan penuh kayu olahan ilegal yang diduga berasal dari kawasan hutan  di wilayah Jambi bagian barat. Saat dihentikan dan ditanya mengenai asal-usul dan dokumen muatan, sang sopir dengan santainya menyebut nama "Hendra Polda" dan WO Hajrin sebagai pihak yang disebut-sebut membackup kegiatan tersebut.

“Kami aman, sudah ada Hendra Polda sama WO Hajrin yang urus,” ujar sopir dengan percaya diri, saat ditanya awak media di jalur lintas Jaluko, Sabtu (11/10/2025).

Pernyataan itu sontak menimbulkan tanda tanya besar: siapa sebenarnya sosok yang disebut-sebut sebagai pelindung bisnis kayu haram ini? Jika benar ada keterlibatan oknum aparat atau pihak berpengaruh, maka dugaan kuat muncul bahwa praktik ilegal ini telah berjalan sistematis dan terstruktur.

Padahal, kerusakan hutan di Jambi sudah pada tahap mengkhawatirkan. Berdasarkan data aktivis lingkungan, ratusan hektare kawasan hutan produksi dan hutan lindung terus menyusut akibat aktivitas penebangan liar yang diduga dilakukan oleh jaringan terorganisir dengan dukungan logistik kuat.

Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan tanggapan resmi atas beredarnya informasi dugaan keterlibatan nama “Hendra Polda” dalam jaringan illegal logging ini. Publik pun menilai, diamnya aparat justru memperkuat asumsi bahwa ada “tembok kuat” di balik bisnis hitam penghancur lingkungan tersebut.

Sejumlah aktivis lingkungan mendesak Kapolda Jambi dan Gakkum KLHK segera turun tangan menindak pelaku, serta mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum aparat yang bermain di balik layar.

 “Jangan biarkan hutan kita habis karena ulah mafia kayu yang dilindungi seragam,” tegas seorang aktivis yang enggan disebutkan namanya.

Kini, masyarakat menunggu langkah nyata aparat penegak hukum. Apakah hukum akan tajam menebas para perusak hutan, atau justru kembali tumpul ketika berhadapan dengan nama besar dan seragam?

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image