Dorong Kebijakan Kota Hijau, Pemkot Jakarta Timur Tanam 290.747 Pohon dan Tanaman Hias Sepanjang 2025
Jakarta Timur, Wartapembaruan.co.id – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur di bawah kepemimpinan Wali Kota Munjirin terus memperkuat kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan. Sepanjang tahun 2025, Pemkot Jakarta Timur mencatat keberhasilan menanam 290.747 pohon dan tanaman hias sebagai bagian dari strategi penghijauan kota dan perluasan ruang terbuka hijau (RTH).
Berdasarkan data rekapitulasi resmi Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Timur, jumlah tersebut terdiri atas 1.135 pohon pelindung dan 289.612 tanaman hias yang tersebar di seluruh kecamatan di Jakarta Timur.
Kepala Sudin Tamhut Jakarta Timur, Dwi Ponangsera, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan implementasi langsung dari kebijakan Pemkot Jakarta Timur yang menempatkan penghijauan sebagai salah satu prioritas pembangunan wilayah.
“Penanaman dilakukan secara terencana dan disesuaikan dengan karakter wilayah, luas area, serta ketersediaan ruang terbuka hijau di masing-masing kecamatan. Ini bagian dari kebijakan Pemkot untuk menjaga keseimbangan lingkungan di tengah pesatnya pembangunan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Kecamatan Cipayung menjadi wilayah dengan penanaman pohon pelindung terbanyak, yakni 488 pohon, disusul Kecamatan Cakung sebanyak 296 pohon, dan Kecamatan Jatinegara 83 pohon. Sementara Kecamatan Ciracas memfokuskan penanaman pada 82 pohon pelindung.
Sementara itu, untuk kategori tanaman hias, Kecamatan Pulogadung mencatat jumlah tertinggi dengan 101.718 tanaman, diikuti Kecamatan Cipayung 74.898 tanaman, Kecamatan Jatinegara 30.300 tanaman, Kecamatan Matraman 26.339 tanaman, serta Kecamatan Cakung 21.172 tanaman.
Penanaman juga dilakukan secara merata di kecamatan lainnya seperti Duren Sawit, Kramat Jati, Pasar Rebo, dan Makasar, sebagai bagian dari pendekatan pembangunan wilayah yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dwi menegaskan, kebijakan penghijauan yang dijalankan Pemkot Jakarta Timur tidak hanya bertujuan mempercantik kota, tetapi juga memberikan manfaat ekologis jangka panjang.
“Dengan kebijakan penghijauan yang konsisten ini, kami berharap Jakarta Timur menjadi lebih hijau, lebih sejuk, serta mampu menekan polusi udara. Pada akhirnya, ini adalah investasi lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.

