HUT PERATUN ke-35, Tuaka TUN Ingatkan Makna Kesuksesan Sejati di Balik Toga Hakim
Jakarta, Wartapembaruan.co.id - Kamis,15 Januari 2026. "Ukuran kesuksesan seorang hakim adalah ketika melihat putusan yang Anda jatuhkan diterima dengan rasa bahagia oleh para pencari keadilan," ungkap Prof Yulius dalam pesannya.
Ketua Kamar Tata Usaha Negara (TUN) Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Yulius, S.H.,M.H., mengingatkan makna kesuksesan sejati di balik toga Hakim.
Prof Yulius menyampaikannya dalam sambutan di acara perayaan Hari Ulang Tahun Peradilan TUN ke-35 di Pengadilan TUN Jakarta, pada Rabu (14/1).
Ia menegaskan, ukuran kesuksesan seorang hakim tidaklah terletak pada deretan piagam penghargaan, sertifikat, atau predikat formal.
"Ukuran kesuksesan seorang hakim adalah ketika melihat putusan yang Anda jatuhkan diterima dengan rasa bahagia oleh para pencari keadilan," ungkap Prof Yulius dalam pesannya.
Menurut Prof Yulius, bagi seorang hakim penghargaan tertinggi bukanlah sesuatu yang dipajang di dinding kantor, melainkan rasa tenang dan nyaman di hati yang lahir dari keberhasilan menyelesaikan beban masalah yang dibawa rakyat ke meja hijau.
Oleh karena itu, tambah Prof Yulius, kesuksesan sejati adalah seorang hakim adalah mampu memberikan apa yang benar-benar dicari oleh rakyat.
“Itulah kehormatan tertinggi yang akan membawa ketenangan batin, menenangkan hati, dan membuat kita jadi nyaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof Yulius mengingatkan agar para hakim memiliki empati terhadap kondisi masyarakat.
Ia menyinggung, saat hakim terbangun dengan jaminan kesejahteraan yang stabil, masih banyak rakyat yang kesulitan untuk sekadar makan atau sedang berjuang melawan sakit.
"Kita harus punya rasa malu. Di saat gaji kita sudah besar, jangan lagi ada yang coba-coba mempermainkan perkara," tegasnya.
Prof Yulius menekankan, setiap rupiah yang diterima hakim adalah hasil gotong royong rakyat.
Oleh karena itu, kata Prof Yulius, sangat tidak pantas jika amanah tersebut dikhianati oleh perilaku yang tidak terpuji.
“Mari kita saling jaga, saling mengingatkan, dan menjaga prilaku kita,” imbuhnya.
Acara HUT Peradilan TUN ke-35 ini juga dihadiri oleh Prof Dr. H. Yodi Martono Wahyunadi, S.H.,M.H., Dr. H. Hari Sugiharto, S.H.,M.H., Dr. Diana Malemita Ginting, Ak., S.H.,M.Si.,M.H., Dr. Budi Nugroho, Direktur Jenderal Badilmiltun-Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H.,M.H..
Turut hadir Ketua PTTUN Jakarta, H.Iswan Herwin, S.H.,M.H., Ketua PTTUN Medan, Dr. Disiplin F. Manao, S.H.,M.H., Panitera Muda TUN, Hendro Puspito, S.H.,M.Hum., Ketua PTUN Jakarta, H.Husban, S.H.,M.H., Ketua PTUN Serang, Dr. Hari Hartomo Setyo Nugroho,S.H.,M.H., dan Ketua PTUN Bandung, Dr. Agus Budi Susilo, S.H.,M.H.
(Alred)
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
