Integrasi ilmu dan Akhlak : Menyimak Pesan Mendalam KH. Zaky Mubarok bagi Masyarakat Modern
BEKASI, Wartapembaruan.co.id - Pengajian Mingguan rutin Majelis Ta'lim (MT) Nahdhotussyubban telah menjadi "tempat perlindungan hati" bagi masyarakat di Kota Bekasi dan sekitarnya. Dipimpin langsung oleh KH. Zaky Mubarok – pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah yang juga menjabat sebagai pengasuh MT Nahdhotussyubban – setiap ceramahnya tak hanya menyampaikan ilmu, melainkan juga membawa kedamaian yang membuat jamaah terpesona dan terkesima. Senin 19/1/2026.
ULAMA MUDA KARISMATIK: BELIAU YANG BUAT MASYARAKAT TERKEJUT DENGAN PENYAMPAIANNYA
Dikenal sebagai sosok ulama muda yang memiliki wawasan luas dan gaya penyampaian yang lugas namun penuh kasih, KH. Zaky Mubarok mampu menjembatani antara ajaran agama dengan realitas kehidupan sehari-hari. Banyak jamaah yang mengaku "tertakjub karena ceramahnya tidak membosankan, malah bikin kita mau terus mendengar dan merenung".
Sebelum memasuki sesi ceramah inti, rangkaian kegiatan pengajian dimulai setelah salat Ba'da Isya'. Setelah itu, seluruh jamaah melaksanakan Mahallul Qiyam bersama, di mana mereka membaca doa dan dzikir secara bersama-sama sebagai bentuk penghormatan dan untuk membuka hati sebelum menerima ilmu. Setelah Mahallul Qiyam selesai, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai bentuk pengingat akan pentingnya cinta tanah air yang harus selalu menyatu dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Baru setelah itu, sesi pengajian resmi dimulai dengan pembawaan materi oleh KH. Zaky Mubarok.
Dalam salah satu kesempatan, beliau menyampaikan pesan yang membuat seluruh jamaah terpukau:
"Ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke dalam hati yang gelap karena kesombongan. Rendahkan hatimu, maka Allah akan meninggikan derajatmu."
Pesan tentang keikhlasan ini menjadi viral dan banyak dibagikan sebagai bahan renungan di media sosial.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dalam setiap langkah hidup:
"Setinggi apapun ilmumu, jika tanpa adab, maka engkau hanya akan menjadi orang pintar yang tak bermanfaat. Hiasi ilmumu dengan akhlak yang mulia."
Kata-kata ini membuat banyak orang tersadar dan melihat betapa pentingnya menyatuakan ilmu dengan akhlak mulia.
Pengajian yang berlangsung setiap Senin malam hingga Selasa, mulai setelah salat Ba'da Isya' di Aula Mabes Nahdhotussyubban (Jl. H. Namat Rt.01 Rw.02, Kec. Pondok Gede) selalu ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan – dari anak muda hingga lansia, pria maupun wanita. Tak sedikit yang datang dari luar Bekasi hanya untuk menyaksikan langsung kehebatan penyampaian KH. Zaky Mubarok.
Jamaah tampak selalu merasa tenang dan bersemangat di pengajian tersebut, mendengar pesan KH. Zaky Mubarok tentang ketenangan hidup.
"Bukan dunia yang harus kita kejar hingga lelah, tapi keberkahan Allah-lah yang harus kita jemput agar dunia yang mengejar kita."
Pesan ini menjadi pijakan bagi banyak orang untuk merubah pola pikir dan hidup lebih fokus pada hal-hal yang bernilai abadi.
HIKMAH YANG MERAMBAT – DARATAN SAMPAI DUNIA MAYA
Tak hanya hadir secara langsung, ribuan orang lain juga menyaksikan ceramah KH. Zaky Mubarok melalui kanal resmi MT Nahdhotussyubban di YouTube (Nahdhotussyubban Channel), Instagram (@mt_ns_official), dan Facebook (Nahdhotussyubban). Bahkan, cuplikan video ceramahnya yang dibuat dalam bentuk Reels atau TikTok seringkali menjadi tren dan banyak dibagikan karena pesannya sangat menyentuh hati.
Untuk semakin menjangkau masyarakat luas, tim dokumentasi juga akan menyajikan testimoni jamaah yang merasakan dampak luar biasa dari pengajian ini. KH. Zaky Mubarok sendiri mengungkapkan harapannya:
"Duduknya kita di majelis ilmu bukan hanya untuk mencatat teori, tapi untuk membasuh hati agar kembali jernih dengan ridho Illahi. Semoga setiap kedatangan saudara-saudari di sini menjadi awal dari perubahan yang baik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar."
Pengajian ini tidak hanya menjadi ajang menambah ilmu, melainkan juga menjadi sarana untuk membersihkan hati dan mendapatkan kekuatan dalam menghadapi segala tantangan hidup – sebuah pengalaman yang benar-benar membuat siapapun yang datang merasa terkesima dan takjub.
*Sumber: Eric Vr
