BREAKING NEWS

Ketum Presidium FPII : Penikaman Jurnalis di Banggai Laut, Masuk Delik Upaya Pembunuhan Berencana


JAKARTA, Wartapembaruan.co.id
- Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia  (FPII) Dra.Kasihhati mendesak Kepala Kepolisian  Republik Indonesia (Kapolri-red)  untuk mengusut tuntas peristiwa berdarah  penikaman Faisal Thayeb (32) seorang  jurnalis di Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah.

Faisal Thayeb yang dikenal konsisten menjalankan fungsi sosial kontrol lewat pemberitaan itu, mengalami luka parah usai menjadi korban penusukan dikawasan traffic light Kelurahan Lompio l, Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut Sulawesi Tengah, minggu malam (11/1/2026). Dia mengalami lima tusukan dari seorang pelaku berinisial BP (52).

Merespon peristiwa itu, Ketua Presidium FPII mendesak kepolisian setempat untuk mengusut tuntas."Apapun motifnya, pelaku penikaman jurnalis di Banggai Laut itu harus diberi hukuman setimpal," tegas Kasihhati kepada sejumlah awak media di Jakarta, rabu (14/1/2025)

Kasihhati menegaskan pula, pihaknya sebelumnya telah mengintruksikan ke jajarannya di daerah untuk melakukan investigasi mendalam terhadap peristiwa berdarah tersebut.

"Terindikasi kuat, peristiwa penikaman Jurnalis di Banggai Laut itu masuk delik upaya pembunuhan berencana," ungkap Kasihhati.

Berdasarkan  investigasi dan data yang dihimpun dari berbagai sumber,  beberapa hari sebelum terjadinya peristiwa berdarah itu,  terungkap fakta adanya i pertemuan tertutup yang digelar di sebuah vila di wilayah Banggai Laut  Pertemuan tersebut diduga kuat menjadi  ajang koordinasi untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.

Presidium FPII, kata Kasihhati, mendapatkan laporan dari daerah,  bahwa motif utang-piutang yang berkembang di publik hanyalah kamuflase untuk menutupi motif yang sebenarnya, karena dugaan kuat. insiden berdarah itu merupakan upaya pembungkaman terhadap aktivitas  Faisal Thayeb sebagai Jurnalis  yang selama ini kritis menyoroti isu-isu hukum dan politik di wilayah Banggai Laut.

Kasihhati mengatakan, peristiwa penikaman Jurnalis di Banggai Laut itu, semakin mempertegas bahwa  dinegerii ini hampir tidak lagi terjaga rasa aman jurnalis dalam menjalankan profesinya."Rasa Aman dinegeri ini, Tidak Lagi Bisa Terjaga, bayangkan ditempat ramai, didepan istrinya, jurnalis itu ditikam berkali-kali, biadab tidak ?!!!" tekannya.

Kasihhati juga mengingatkan, pihak kepolisian setempat untuk mengusut tuntas peristiwa itu, tidak berhenti hanya satu pelaku, tetapi harus menelusuri keterlibatan pelaku-pelaku lain.

Saat ini muncul kekhawatiran meluas di masyarakat terkait adanya hubungan kedekatan antara pelaku  utama dengan oknum pejabat tertentu di daerah tersebut. Kedekatan ini dikhawatirkan dapat menghambat proses hukum berjalan fair.

Menanggapi adanya kekhawatiran itu, Ketua Presidium FPII  mengingatkan pihak kepolisian setempat untuk tetap mengusut  tuntas perkara itu."Siapapun yang terlibat, polisi harus tindak, darah jurnalis  sudah mengalir, tak ada toleransi, dan stop kekerasan terhadap jurnalis,"  kecam Kasihhati. (Red/tim) 


*Sumber : Presidium FPII*

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image