BREAKING NEWS

Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan


Oleh : Jaya Suprana

Wartapembaruan.co.id - Pada usia 53, manusia terkaya di dunia menerima vonis dokter bahwa dia hanya memiliki sisa satu tahun untuk hidup.  Insan manusia itu adalah John D. Rockefeller.

Kisah hidupnya menakjubkan. Pada usia 25 tahun, dia memiliki kilang minyak terbesar di Amerika Serikat, berarti di dunia. Usia 31 tahun memimpin perusahaan paling berkuasa di dunia. Usia 38 tahun menguasai 90% produksi minyak di Amerika Serikat. Setiap keputusan cermat dipertimbangkan. Setiap koneksi dimanfatkan sebagai alat pengaruh. Setiap dolar diinvestasikan untuk menjadi yang lebih besar. Pada usia 50 tahun, Rockefeller berada di puncak dunia sebagai milarder pertama dalam sejarah peradaban manusia dengan harta ekuivalen 340.000.000.000 US dolar pada masa kini. 

Rockefeller memenangkan permainan uang namun kalah dalam permainan kehidupan. Pada usia 53 tahun, fungsi segenap organ tubuhnya mulai merosot. Tidak ada hari tanpa rasa sakit yang mencengkam. Dia kehilangan seluruh rambutnya. Dia hanya bisa makan sup dan crackers. Mimpi lenyap. Kebahagiaan juga.  Para doktor tegas menegaskan bahwa dia hanya punya waktu setahun untuk hidup.  

Kemudian Rockefeller tersadar bahwa manusia mustahil memiliki segala-galanya maka paham bahwa  yang utama adalah dia mustahil membawa harta-bendanya ke alam baka. Tiba saatnya bangun dari tidur penuh mimpi. Dia memanggil para lawyer dan akuntannya untuk memberikan titah perintah mereorganisasi seluruh kapital miliknya utuk rumah sakit, riset medical dan amal.  Pada tahun 1913 didirikanlah The Rockefeller Foundation. 

Sejak itu, dunia mulai berubah menjadi lebih baik. Yayasan Kemanusiaan Rockefeller membiayai riset medis hingga Alexander Fleming menemukan penisilin yang menyelamatkan jutaan nyawa manusia. The Rockefeller Foundation mendukung pendidikan dan pelayanan kesehatan di planet bumi ini. 

Sesuatu yang tak terduga terjadi : diri Rockeffeler sendiri juga berubah. Makin banyak dia memberi, dia makin merasa bahagia. Rasa sakit menghilang dan tenaga lahir-batin kembali pulih. Tahun di mana dia divonis mati berlalu. Kemudian tahun depannya juga berlalu dan juga tahun depannya lagi.  Ternyata Rockefeller hidup  selama 44 tahun sampai usia 97 tahun.  Pada akhir hidupnya, Rockefeller mengaku  "God taught me that everything belongs to Him, and I am only a channel of His will."

Bagian pertama kehidupan John D. Rockefeller didedikasikan untuk mengumpulkan dana sebanyak mungkin untuk dirinya sendiri. Bagian ke dua dipersembahkan untuk berbuat baik sebanyak mungkin bagi sesama manusia.  Dia menerima sebuah hidup baru penuh makna, damai, syukur dan rasa terima kasih. 

Sebuah kisah hidup seorang insan manusia yang pada hakikatnya mengingatkan kita semua tentang inti makna kehidupan sejatinya, yaitu Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image