MTM Nilai Proyek Miliaran Rupiah Pembanguanan Puskesmas Kopri Sarat Penyimpangan
Lampung, Wartapembaruan.co.id - Hasil survei dan Investigasi Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Provinsi Lampung terhadap realisasi pekerjaan Infrastruktur satuan Kerja Dinas Pekerjaan umum Pemerintah kota bandar lampung tahun 2025 diprediksi Gagal, Ada sekitar lebih kuran 80 % dari jumlah sample proyek yang sudah dilakukan Investigasi terutama pada Bidang Cipta karya, Sumber daya air dan bina marga.
Seperti yang pernah diutarakan sebelumnya oleh MTM pada penyampaian hasil surveinya kepada media dibeberapa bulan lalu, berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Ashari hermansyah ketua Umum MTM Lampung, bahwa Pihaknya telah menyampaikan hasil investigasinya kepada instansi terkait bahkan sudah dilakukan publikasi dimedia online maupun cetak, kata Ashari, Jumat (30/1/2026)
Dan kali ini ia akan mempubikasikan hasi survei dan investigasi lanjutan pada part yang ke 12, terkait bidang cipta karya pekerjaan Pembangunan Puskesmas Kopri Raya dengan nilai pekerjaan 3,4 miliar lebih dengan sumber APBD 2025 yang berlokasi Jalan Tanjung, Pulau pisang , harapan jaya, sukarame , bandar lampung.
Berdasarkan informasi yang disampaikan ketua MTM, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh perusahaan CV. Da*nk kob*m kons**uksi (DKK) yang beralamat dijalan dipenogoro, gotong royong bandar lampung.
Pada paparan yang diungkap ketua MTM, pekerjaan pembangunan Gedung puskesmas di kopri raya penuh dengan kecurangan atau banyak sekali dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan konstruksi, terutama kata dia adalah subjeknya pada pekerjaan pasangan foot plat, pekerjaan pasangan tulangan foot plat, pekerjaan sloof , pekerjaan kolom, balok dan plat lantai, katanya
Seperti yang dikatakan sebelumnya elemen konstruksi yang menjadi investigasinya masih sekitar pekerjaan struktur, dan Pada konteks tersebut Ketua Ashari akan menguraikan satu persatu Objek-objek yang menjadi sorotannya terutama adalah,
PEKERJAAN PASANGAN PONDASI, Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah, Saat pemasangan tulangan foot plat tidak dilakukan terlebih dahulu pekerjaan pasangan lantai kerja sekitar tebalnya minimal 5 cm, ini adalah dugaan pengurangan volume pekerjaan
PEKERJAAN PASANGAN TULANGAN FOOT PLAT (F1), Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah Pekerjaan pasangan pembesian tulangan foot plat (F1) menggunakan besi banci D 14,04 mm yang seharusnya menggunakan besi berstandar SNI D 16 mm
PEKERJAAN PASANGAN TULANGAN FOOT PLAT (F2), Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah Pekerjaan pasangan pembesian tulangan foot plat (F2) menggunakan besi banci POLOS 10,99 mm yang seharusnya menggunakan besi berstandar SNI D 12 mm ulir.
PEKERJAAN PASANGAN SLOOF, Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah Pekerjaan pasangan tulangan Sloof menggunakan besi banci 11,04 mm/ 9,53 mm /8,54 mm / 11,35 mm, tidak sesuai spesifikasi yang seharusnya menggunakan besi tulangan D 12 mm ulir
PEKERJAAN PASANGAN SENGKANG SLOOF, Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah Pekerjaan pasangan tulangan besi sengkang pada Sloof menggunakan besi banci 6,96 mm, yang seharusnya menggunakan besi tulangan SENGKANG 8 mm polos
PEKERJAAN PASANGAN KOLOM (K1), Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah Pekerjaan pasangan tulangan kolom K.1 , menggunakan tulangan besi banci 14,79 mm, tidak sesuai spesifikasi yang seharusnya menggunakan tulangan besi D 16 mm
PEKERJAAN PASANGAN SENGKANG KOLOM (K1), Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah Pekerjaan pasangan tulangan Sengkang pada kolom K.1 , menggunakan tulangan besi banci 8,64 mm / 9,07 mm / 10,71 mm/ 9,22 MM / 10,64 mm / 9,69 mm / 9,07 mm, tidak sesuai spesifikasi yang seharusnya menggunakan tulangan SENGKANG besi 12 mm polos
PEKERJAAN PASANGAN KOLOM (K2), Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah menggunakan tulangan besi banci polos 11,20 mm / 10,85 mm / 10,23 mm / 11,14 mm / 11,32 mm / tidak sesuai spesifikasi yang seharusnya menggunakan tulangan besi D 12 mm ulir
PEKERJAAN PASANGAN SENGKANG KOLOM (K2), Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah Pekerjaan pasangan tulangan SENGKANG kolom K.2 , menggunakan tulangan besi banci 7,46 mm mm / 7,55 mm / 8,36 mm , tidak sesuai spesifikasi yang seharusnya menggunakan tulangan SENGKANG besi 10 mm polos
PEKERJAAN PASANGAN BALOK, Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah Pasangan Tulangan SENGKANG BALOK lantai 2 tidak sesuai spesifikasi, tulangan sengakang menggunakan besi banci 8,42 mm / 7,87 mm / 8,63 mm/ 7,99 mm, seharusnya Tulangan sengkang pada balok menggunakan besi 10 mm polos
PEKERJAAN PASANGAN PLAT LANTAI, Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah tulangan pembesian Plat Lantai tidak sesuaispesifikasi, telah menggunakan besi Banci 8,16 m / 8,10 mm/ 8,20 mm/8,18 m / 7,75 mm/ 8,20 mm, seharusnya tulangan pembesian plat
lantai menggunakan besi 10 mm polos
PEKERJAAN PASANGAN KOLOM PRAKTIS, Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah Tulangan kolom praktis tidak sesuai spesifikasi, Karena menggunakan tulangan besi banci 7.01 m / 8,23 mm/ 8,39 mm/ 8,82 mm/ 7,98 mm/8,33 mm , seharusnya tulangan besi kolom praktis menggunakan besi 10 mm
PEKERJAAN PASANGAN SENGKANG KOLOM PRAKTIS, Indikasi dugaan pelanggaran objeknya adalah Tulangan Sengkang kolom praktis tidak sesuai spesifikasi, Karena menggunakan tulangan besi banci 5,16 mm/ 6,03 mm/ 6,17m / 6,82 m / 6,56 mm , seharusnya tulangan SENGKANG pada besi kolom praktis menggunakan besi 8 mm
Itulah tadi yang sudah kami uraikan, dan menyimpulkan pekerjaan tersebut banyak unsur Dugaan penyimpagan,ujar asahari
