No Money No LUP dan Pilihan Kembali ke Modern Rock
Jakarta, Wartapembaruan.co.id - Di tengah industri musik yang terus bergerak mengikuti tren, pilihan untuk kembali ke dasar sering kali terdengar sederhana, padahal tidak mudah dijalani. Bagi No Money No LUP, keputusan kembali ke modern rock bukan sekadar soal genre, melainkan soal bahasa bermusik yang paling jujur bagi mereka saat ini.
Sebelum menggunakan nama No Money No LUP, band ini dikenal sebagai LUP. Di fase awal, karakter musik mereka berakar kuat pada modern rock, dengan gitar sebagai tulang punggung dan distorsi sebagai elemen utama. Energi lagu-lagunya bertumpu pada dorongan ritme dan permainan gitar yang tegas.
Namun, ketika LUP merilis album, arah musik mereka bergeser. Pendekatan pop mulai mendominasi: struktur lagu menjadi lebih rapi, distorsi ditekan, dan karakter gitar tidak lagi menjadi pusat perhatian. Secara industri, langkah ini bisa dipahami. Pop menawarkan akses yang lebih luas dan format yang lebih ramah pasar.
Meski demikian, perubahan tersebut membawa konsekuensi artistik. Ketika elemen distorsi dan dorongan gitar dikurangi, ruang ekspresi yang sebelumnya menjadi ciri utama ikut menyempit. Musik tetap terdengar baik, tetapi kehilangan sebagian energinya. Bukan karena pop sebagai genre bermasalah, melainkan karena ia tidak sepenuhnya merepresentasikan kebutuhan musikal band ini.
Kembalinya mereka sebagai No Money No LUP menandai pergeseran sikap tersebut. Dalam materi terbaru, modern rock kembali menjadi fondasi utama. Distorsi dihadirkan secara penuh, gitar kembali memimpin arah lagu, dan ritme dibiarkan mendorong komposisi tanpa terlalu banyak pembatasan.
Pilihan ini tidak dimaksudkan untuk tampil lebih keras semata. Dalam konteks No Money No LUP, distorsi berfungsi sebagai ruang. Ruang untuk menyalurkan tekanan, kegelisahan, dan emosi yang sulit disampaikan melalui pendekatan musik yang terlalu halus. Distorsi bukan ditempatkan sebagai efek dekoratif, melainkan sebagai bagian dari struktur ekspresi.
Secara teknis, lagu-lagu No Money No LUP menunjukkan pendekatan modern rock yang lebih langsung. Aransemen tidak berusaha terlalu padat, tetapi memberi ruang pada dinamika gitar dan vokal. Perubahan intensitas lagu terasa alami, mengikuti emosi, bukan skema formulaik.
Hal ini terlihat dalam empat lagu yang mereka rilis: Bukan Rama Sinta, Menunggu Tanpa Akhir, Lose Your Ego, dan Tak Akan Kembali. Keempatnya memanfaatkan modern rock sebagai kerangka, namun dengan penekanan emosi yang berbeda. Ada lagu yang ditahan, ada yang dilepaskan, tetapi semuanya berpijak pada fondasi yang sama.
Yang menarik, No Money No LUP tidak mencoba memodernisasi modern rock secara berlebihan. Tidak ada upaya mengejar tren sound tertentu atau memaksakan elemen populer terkini. Mereka memilih pendekatan yang lebih jujur, memainkan musik sebagaimana mereka membutuhkannya sekarang.
Dalam konteks ini, kembalinya No Money No LUP ke modern rock bukanlah langkah mundur atau nostalgia. Ia adalah keputusan artistik untuk menggunakan bahasa yang paling relevan dengan pengalaman dan fase hidup mereka saat ini.
Di tengah lanskap musik yang sering kali menuntut adaptasi cepat, pilihan No Money No LUP menunjukkan bahwa konsistensi terhadap kebutuhan musikal sendiri masih memiliki tempat. Bukan untuk melawan arus, tetapi untuk tetap berbicara dengan suara yang dikenali dan dipahami oleh mereka yang memainkannya.
(Ysf)

