Pulang Kampung Penuh Haru, JessC Akhiri Tur Dunia di Kuala Lumpur
Kuala Lumpurr, Wartapembaruan.co.id — Penyanyi asal Malaysia, JessC, yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten memperluas jangkauan pasar musik internasional—termasuk Indonesia—resmi menutup rangkaian konser dunia “Aku Adalah Aku” melalui konser spesial di Kuala Lumpur. Konser pulang kampung ini disambut antusias oleh lebih dari 5.000 penonton yang memenuhi venue dan memberikan dukungan penuh sepanjang pertunjukan.
Untuk momen penutup tur dunia ini, tim produksi menghadirkan panggung berskala besar lengkap dengan layar raksasa dan dua panggung ekstensi. Konsep visual mengusung tema “cahaya” sebagai simbol harapan, dipadukan dengan monolog reflektif yang mengajak penonton merasakan kehangatan cinta serta menemukan kembali cahaya di dalam diri melalui musik.
Sepanjang konser, JessC membawakan hampir 40 lagu dalam lima bahasa—Mandarin, Melayu, Inggris, Jepang, dan Kanton. Suasana menjadi lebih cair ketika lagu Melayu “Demi Impian” sempat dihentikan dua kali akibat kesalahan nada dari pemain keyboard. Dengan spontan dan penuh kehangatan, JessC meminta maaf kepada penonton sambil melontarkan candaan kepada rekan musisinya, sebelum konser kembali berjalan lancar.
Dalam jamuan perayaan setelah konser, JessC mengungkapkan perasaan emosionalnya. Ia menyebut konser ini sebagai pengalaman “pulang ke rumah dengan rasa gugup”, yang membuatnya beberapa kali hampir meneteskan air mata di atas panggung.
“Saya sangat bersyukur atas dukungan semua orang yang mencintai musik saya. Berkat mereka, saya bisa terus berjalan di jalur bernyanyi. Semua ini akan selalu saya simpan di hati,” ungkapnya.
Tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier JessC. Ia merilis album berbahasa Mandarin dan Indonesia, serta album berbahasa Inggris untuk memperluas penetrasi ke pasar Eropa dan Amerika. Kiprahnya mendapat perhatian media musik internasional Rolling Stone, yang dua kali menyoroti kariernya dan menobatkannya sebagai Monthly “New Artists to Watch”.
Indonesia kini menjadi salah satu fokus utama JessC. Dalam satu tahun terakhir, tiga lagunya—“Dekati”, “Tak Terpisah”, dan “Expose”—berhasil menembus tangga lagu di Indonesia. Pencapaian ini memperkuat keyakinannya untuk terus menambah repertoar berbahasa Indonesia dalam proyek dan tur mendatang.
“Bernyanyi dalam bahasa Indonesia adalah perjalanan yang sangat berharga bagi saya. Bahasanya mungkin berbeda, tetapi emosinya sama. Musik memungkinkan hati saya terhubung dengan lebih banyak pendengar,” tutur JessC.
Usai konser penutup tur dunia ini, JessC langsung melanjutkan aktivitasnya melalui tur teater dan mengonfirmasi bahwa 2026 akan menjadi tahun yang padat. Ia menargetkan perilisan tiga album dalam bahasa Mandarin, Inggris, dan Indonesia, serta mempersiapkan tur dunia baru pada paruh kedua tahun tersebut. Ia juga berharap dapat mengundang media dan penggemar dari Indonesia untuk menyaksikan langsung konser-konsernya di masa depan.
Saat ini, JessC juga tengah gencar mempromosikan single Melayu “Demi Impian” agar kembali mendapat perhatian penggemar dan media di Indonesia. Lagu balada ini menonjolkan balutan piano dan string yang lembut namun emosional, mengangkat tema pengorbanan serta cinta tanpa pamrih. Melalui interpretasi vokal yang tenang tetapi berdaya, JessC menyampaikan pesan tentang keteguhan dan kemandirian batin—sebuah kekuatan lembut yang tetap berdiri, bahkan ketika cinta tidak berjalan searah.
(Ysf)
