Transportasi DAMRI di Pulau Tomia Dinilai Jadi Solusi Mobilitas dan Penggerak Ekonomi Lokal
Wakatobi, Wartapembaruan.co.id - Kehadiran layanan transportasi publik Perum DAMRI di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. Layanan ini dinilai menjadi solusi nyata dalam meningkatkan konektivitas, mobilitas warga, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayah kepulauan,(Sabtu, 17 Januari 2026).
Berdasarkan hasil Rilis wawancara via telepon awak media Pinisi.co.id, Syamsul Bahri, dengan Dr. La Ode Suriadi, S.E., M.Si, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo Kendari sekaligus putra daerah Waha Tomia, disampaikan bahwa DAMRI resmi membuka rute transportasi dari dan menuju Bandara Maranggo, termasuk ke sejumlah titik strategis dan kawasan wisata di Pulau Tomia.
Menurut Dr. La Ode Suriadi, kehadiran armada DAMRI merupakan langkah konkret dalam memperkuat akses transportasi publik yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan, khususnya di daerah dengan tantangan geografis seperti wilayah kepulauan.
“Layanan ini sangat membantu masyarakat dalam mobilitas sehari-hari sekaligus mendukung pergerakan wisatawan yang datang ke Tomia,” ujarnya.
Program tersebut merupakan bagian dari sinergi Kementerian Perhubungan dan Perum DAMRI dalam memperluas jangkauan transportasi publik hingga ke kawasan terpencil dan destinasi strategis nasional. Pulau Tomia sendiri merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wakatobi, sehingga peningkatan akses transportasi menjadi faktor krusial bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Layanan DAMRI menghubungkan Bandara Maranggo dengan pusat aktivitas masyarakat, kawasan permukiman, akses pelabuhan, serta lokasi-lokasi wisata unggulan. Dengan demikian, perjalanan dari dan ke bandara menjadi lebih efisien, nyaman, dan terintegrasi bagi penumpang lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara.
Pemerintah daerah dan masyarakat menyambut positif pengoperasian rute-rute tersebut. Selain menekan biaya transportasi, kehadiran DAMRI di Tomia diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memperluas distribusi manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM setempat.
Ke depan, layanan DAMRI di Pulau Tomia diharapkan dapat terus dioptimalkan, baik dari sisi frekuensi layanan, keterpaduan antarmoda, maupun peningkatan kualitas pelayanan, agar transportasi publik benar-benar menjadi pengungkit pembangunan berkelanjutan di Wakatobi, khususnya di Pulau Tomia.
(Alred)
