BeraniGundul 2026 : YKAKI Gaungkan Solidaritas pada Hari Kanker Anak Internasional
Jakarta, Wartapembaruan.co.id - Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) menggelar kegiatan tahunan #BeraniGundul 2026 di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (15/2), pukul 09.00–18.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kanker Anak Internasional atau International Childhood Cancer Day (ICCD) yang diperingati setiap 15 Februari di seluruh dunia.
Mengusung tema global 2026, “Demonstrating Impact: From Challenge to Change”, kampanye ini selaras dengan tema yang ditetapkan Childhood Cancer International (CCI), organisasi internasional yang menaungi 221 organisasi dari 102 negara. YKAKI merupakan bagian dari jaringan tersebut.
Data World Health Organization (WHO) menyebutkan sekitar 400.000 anak di bawah usia 20 tahun di dunia terdiagnosis kanker setiap tahun, atau setara satu anak setiap tiga menit. Tingkat kesembuhan di negara berpenghasilan tinggi mencapai sekitar 80 persen, sementara di negara berpenghasilan menengah dan rendah masih berkisar 20 persen. WHO menargetkan rata-rata tingkat kesembuhan global mencapai 60 persen pada 2030.
Di Indonesia, berdasarkan keterangan dr. Eddy Supriadi dari UKK Hematologi Onkologi Anak IDAI, dari sekitar 80 juta anak usia 0–18 tahun, diperkirakan terdapat 11.000–12.000 kasus baru kanker anak setiap tahun. Sistem Registrasi Kanker Indonesia mencatat insiden pada kelompok usia 0–5 tahun sebesar 18 per 100.000 anak dan usia 5–14 tahun sebesar 10 per 100.000 anak.
Ketua panitia dan relawan YKAKI dalam kesempatan tersebut menjelaskan, kegiatan #BeraniGundul bertujuan membangun empati publik terhadap anak-anak penderita kanker yang mengalami kerontokan rambut akibat kemoterapi atau radioterapi.
“Dengan menggunduli rambut, kami ingin menyampaikan bahwa kami berdiri di samping mereka. Ini simbol dukungan moral sekaligus penggalangan dana untuk keberlangsungan program,” ujarnya.
Selain potong rambut massal, kegiatan diisi dengan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, skrining USG payudara, skrining tumbuh kembang anak, lomba mewarnai dan fashion show anak, serta hiburan dari sejumlah musisi dan komunitas.
Pada 2026, kegiatan serupa digelar di delapan kota cabang YKAKI: Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Riau, Makassar, Surabaya, dan Manado, dengan jadwal menyesuaikan kondisi masing-masing daerah.
Program Rumah Singgah “RUMAH KITA”
Sebagai yayasan sosial yang hampir 20 tahun mendampingi anak kanker dari keluarga prasejahtera, YKAKI menjalankan sejumlah program utama, antara lain rumah singgah “RUMAH KITA” di tujuh kota.
Rumah singgah ini diperuntukkan bagi pasien anak yang dirujuk ke rumah sakit pusat seperti RSUP Fatmawati, RSCM, atau Dharmais, dan harus menjalani pengobatan jangka panjang. Biaya medis umumnya ditanggung BPJS, namun kebutuhan akomodasi dan konsumsi sering menjadi kendala bagi keluarga dari luar daerah.
Di rumah singgah, keluarga dikenakan kontribusi Rp5.000 per hari sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Mereka juga terlibat dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan secara gotong royong.
Hingga Desember 2025, YKAKI mencatat telah membantu 3.967 anak dan 5.692 orangtua atau pendamping. Dari jumlah tersebut, 1.741 pasien dilaporkan meninggal dunia dalam proses pengobatan.
YKAKI juga mengelola program pendidikan gratis “SEKOLAH-KU” di rumah singgah dan sejumlah rumah sakit rujukan. Program ini memastikan anak tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar setara PAUD hingga SMA, bekerja sama dengan sekolah asal.
Sampai akhir 2025, sebanyak 7.813 anak telah mengikuti program pendidikan ini. Selain itu, YKAKI menyediakan bantuan biaya obat non-JKN/BPJS, transportasi, serta pendampingan psikososial bagi pasien dan keluarga.
Dalam laporan internal, YKAKI menyebut telah menyalurkan Rp2,3 miliar bantuan pengadaan obat, tindakan medis, dan transportasi di tujuh kota cabang hingga Desember 2025. Laporan keuangan dan donasi dipublikasikan melalui situs resmi dan diaudit pihak ketiga.
Kegiatan #BeraniGundul 2026 terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari institusi pemerintah, fasilitas kesehatan, perusahaan swasta, komunitas, hingga donatur individu.
YKAKI berharap momentum Hari Kanker Anak Internasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan mendorong peningkatan kesadaran publik tentang pentingnya deteksi dini, akses pengobatan yang setara, serta dukungan berkelanjutan bagi anak-anak penderita kanker dan keluarganya.
“Kanker anak bukan kasus langka. Butuh keterlibatan semua pihak agar anak-anak Indonesia memiliki kesempatan sembuh yang sama,” ujar perwakilan YKAKI.
Informasi lebih lanjut mengenai program dan dukungan dapat diperoleh melalui sekretariat YKAKI.
(Alred)

