BREAKING NEWS
 

Transformasi Besar PERSINAS ASAD Dimulai, Ketum H. Sukur Usung 3 Pilar Strategis Menuju Prestasi dan Modernisasi


Jakarta, Wartapembaruan.co.id
– Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD periode 2026-2031, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han) memaparkan arah kebijakan dan strategi organisasi pasca pengukuhan pengurus baru. Bertempat di Kantor PB PERSINAS ASAD, Jakarta, Sabtu (14/2), H. Sukur menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi melangkah lebih profesional melalui penguatan internal dan pencapaian prestasi di kancah nasional maupun internasional.

Strategi besar tersebut dirangkum dalam tiga pilar utama yang akan menjadi fondasi kerja PB PERSINAS ASAD lima tahun ke depan, yakni Modernisasi dan Pengembangan Organisasi, Prestasi untuk Kemaslahatan Masyarakat, serta Pelestarian Budaya dan "Solo Kreatif"

H. Sukur menekankan bahwa organisasi harus dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman agar tidak tertinggal. Penataan struktur yang fokus pada bidang-bidang tertentu menjadi prioritas agar roda organisasi berjalan lebih efektif.

"Organisasi kita tata mulai sekarang kita berikan bidang-bidang tertentu yang fokus kepada pengembangan organisasi itu sendiri. Karena organisasi itu kalau tidak dikembangkan, tidak bisa mengikuti keadaan saat ini, akhirnya akan tertinggal. Sehingga kita jangan sampai seperti itu," tegasnya.

Kemudian, sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa, H. Sukur menyatakan bahwa pencak silat terus didorong untuk diminati generasi muda. Salah satu inovasi yang akan terus dikembangkan adalah kategori "Solo Kreatif".


"Ini banyak diminati oleh kalangan-kalangan, muda-mudi, remaja kita saat ini. Sehingga solo kreatif itu nanti bisa berkembang betul seolah-olah seperti perguruan-perguruan yang lain," jelas H. Sukur.

Ia pun menyoroti aspek presteasi. Menurutnya, prestasi bukan sekadar perolehan medali, melainkan marwah organisasi yang memberikan dampak luas. Sukur meyakini bahwa capaian pesilat di gelanggang akan mengerek reputasi organisasi di mata masyarakat.

“Selain ilmu seni beladiri dalam usaha melestarikan budaya bangsa, kita harus berprestasi. Karena dengan prestasi itulah yang akan bisa menguntungkan bukan pesilat itu sendiri, tetapi juga buat organisasi dan seluruh masyarakat warga ASAD," imbuhnya.

Lebih lanjut, H. Sukur menjelaskan bahwa keberhasilan pesilat tidak hanya ditentukan di atas matras, tetapi juga melalui perhatian pada aspek gizi dan psikologi. Hubungan harmonis antara pelatih, dan orang tua menjadi kunci pembentukan mental juara.

"Tidak kalah penting adalah psikologinya, pesilat itu harus juga diperhatikan. Manakala anak ini bertanding, manakala anak ini punya masalah, kita tidak terlepas ada masalah. Nah, pendampingan secara hubungan antar pelatih, hubungan antar teman, hubungan antar anak, hubungan anak terhadap orang tua, orang tua terhadap anak, itu harus juga menjadi perhatian supaya tetap semangat," urainya secara mendalam.

H. Sukur menegaskan, ketiga hal tersebut merupakan aspek penting yang harus segera ditindaklanjuti. Pasalnya, tahun depan akan ada event besar, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia berharap, pesilat PERSINAS ASAD dapat ambil bagian dalam PON tersebut.

Menutup keterangannya, H. Sukur menegaskan bahwa PERSINAS ASAD akan tetap menjaga hubungan linear dan partisipasi penuh terhadap program-program yang dicanangkan oleh Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Ia juga mengajak seluruh perguruan pencak silat untuk terus mempererat tali silaturahim.

Dengan pengukuhan pengurus baru ini, H. Sukur optimis PERSINAS ASAD dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia olahraga Indonesia sekaligus menjaga warisan luhur pencak silat agar tetap relevan dan dicintai oleh masyarakat luas.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image