News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hadir Jadi Pemateri, Arief Rosyid Ajak Pemuda Untuk Mengembalikan Peran Masjid

Hadir Jadi Pemateri, Arief Rosyid Ajak Pemuda Untuk Mengembalikan Peran Masjid

Solok, Wartapembaruan.co.id - Ketum Dewan Masjid Indonesia Bapak Jusuf Kalla menyampaikan bahwa peran Dwan Masjid Indonesia itu harus memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Setelah masjid makmur dengan aktivitas maka masjid itu harus berkontribusi terhadap masyarakat sehingga tidak boleh ada yang kelaparan disekitar masjid yang sementara kas masjid itu banyak.

Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Arief Rosyid Hasan, komisaris independen Bank Syariah Indonesia (BSI) sekaligus pengurus pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) ketika memberikan materi pada Latihan Kader Masjid (LKM) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI) Kabupaten Solok yang bertempat di Balai Pemuda samping BLK Lubuk Salasih, Minggu Siang (30/05/2021).

Lebih lanjut Arief Rosyid mengambil contoh masjid di Zan Rasulullah yang tidak hanya digunakan untuk tempat sholat akan tetapi juga tempat membangun peradaban, mengentaskan kemiskinan, agenda sosial lain, pendidikan dan bahkan kesehatan juga jalan disitu.

"Dibeberapa masjid Indonesia ada yang saldonya nol rupiah, tapi Alhamdulillah kegiatan mereka tidak habis-habis, ada yang sakit ditolongin dll," ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan kepada peserta pelatihan, "menurut saya Prima DMI sebagai tulang punggung dari Dewan Masjid Indonesia sebagai anak anak muda harus bergerak, bergerak itu akan melahirkan atau menimbulkan keberkahan dan itu lah tugas Dewan Masjid Indonesia."

Ketika ia menyampaikan materi suasana pelatihan begitu hidup, semangat peserta begitu terlihat karena kedatangan pemateri nasional sehingga terjadilah tanya jawan peserta dengan pemateri. Salah seorang peserta pun melontarkan pertanyaan tentang bagaimana Prima DMI memandang radikalisme.

"Radikalisme itu berpikir sampai ke akar-alarnya. Jadi radikalisme itu harus dirayakan dengan hal hal yang produktif. Saya tidak setuju radikalisme diasosiasikan dengan hal negatif, kita sebagai anak anak masjid harus radikal, berpikir secara radikal dan bekerja secara radikal untuk kemaslahatan orang banyak. Bukan menggalang kekuatan membenci seseorang, membenci pemerintahan dan membangun gerakan terorisme tapi mainset itu harus kita balik bahwa radikal itu berpikir yang lebih dalam masalah ummat kita seperti kemiskinan, kebodohan dan itu kita lakukan dari masjid," jawabnya.

Pada kesempatan tersebut Arief Rosyid yang juga mantan Ketum PB HMI itu menyampaikan harapan untuk prima DMI Kabupaten Solok untuk mengembalikan peran masjid sebagaimana masjid zaman Rasulullah yang tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah secara vertikal tapi juga ibadah secara sosial yang juga harus digerakan dari masjid.

"Begitu banyak remaja remaja masjid di Indonesia, ada Prima DMI, BKPRMI, JPRMI, ISEF dan gerakan lain diluar itu. Tentu penting untuk kita berjamaah sembari memperluas peran keberadaan Prima DMI ini akan tetapi jauh lebih penting mengarahkan anak anak muda kembali ke masjid, membangun masa depannya dari masjid yang dalam konteks ini kita tidak lagi berbicara siapa yang di depan dan siapa yang dibelakang, semua punya tanggung jawab yang sama untuk memakmurkan masjid," Arief Rosyid Mengakhiri. (Fauzaki)

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.

Posting Komentar