News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Senator Papua Barat M. Sanusi Rahaningmas Minta Luhut Binsar Panjaitan Stop Membandingkan Utang Negara

Senator Papua Barat M. Sanusi Rahaningmas Minta Luhut Binsar Panjaitan Stop Membandingkan Utang Negara

SORONG, Wartapembaruan.co.id - Senator asal Papua Barat MSR atau di sapa M. Sanusi Rahaningmas meminta Menteri Koordinator Luhut Binsar Panjaitan agar jangan banding - bandingkan Utang Negara dengan negara lain, saat media minta konfirmasi secara WhatShap, Selasa (29/6/2021).

MSR Menjelaskan kendati Indonesia yang sedang dilanda musibah wabah virus Corona sejak bulan Februari sampai saat ini hingga kini belum tau pasti kapan wabah ini akan berakhir. Ujar Sanusi dan juga Mantan Anggota DPR 3 Periode Papua Barat ini.

Ia melihat bahwa sampai saat ini sudah jutaan orang yg  korban akibat Covid 19 termasuk di dalamnya para dokter dan tenaga kesehatan lainya, tentu dengan kondisi ini pula soal menangani Pandemi Covid 19 ditahun anggaran 2020,  Pemerintah mengalokasikan kurang lebih 400 Triliun dari APBN dan hanya membantu penanganan Covid 19. Dengan begitu pada APBN Tahun 2021 ada sedikit kenaikan dari jumlah pada tahun 2021. Hal ini yang mungkin menjadi alasan oleh Menko Luhut bahwa utang negara naik karena Pandemi Covid 19, kemudian alasan lain beberapa waktu lalu hasil BPK RI bahwa Indonesia tidak akan mampu membayar utang negara. Kata MSR

Ia juga meminta kepada Menko Luhut seharusnya  ikut berfikir karena utang negara naik meroket di peiode ini yang harus menjadi perhatian semua pemimpin bangsa ini serta bukan hanya sekedar bicara karena utang tersebut akan menjadi beban setiap warga negara yang ada dari sabang sampai merauke. Tegasnya.

Dilihat dari hutang negara adalah bagian dari pembangunan infrastruktur dan penangan pendemi Covid 19 ini belum tetntu dinikmati oleh semua masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat di pelosok - pelosok timur, sebagaimana di Papua Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT. Kata MSR selaku Anggota Komite IV DPD RI.

Senator Dapil Papua Barat lantas secara tegas kepada Luhut agar utang untuk pembangunan infrastruktur di indonesia yang jumlahnya ratusan triliun nota bene kelolah oleh perusahaan - perusahan raksasa di negara ini harus lebih serius dan bermanfaat untuk rakyat, dimana alokasi dana untuk penanganan covid 19 selama ini banyak yang tidak dirasakan oleh Sebagian besar masyarakat yang ada di kampung - kampung karena saya selama pandemi Covid 19 tentu lebih banyak  turun ke daerah Pemilihan. Kata Sanusi

Oleh sebab itu, ia mengingatkan kepada LBP sebagai pejabat negara jagan seenaknya bicara dan membanding bandingkan utang Indonesia dengan negara lain, karena yang menanggung utang negara sebagian besar adalah rakyat indonesia yang saat ini ada yang makan siang hingga malam, tapi sebagian juga makan malam hingga kurang, karena banyak bantuan - bantuan dengan jumlahnya yang fantastis namun banyak yang tidak menikmati. Ujar MSR

Terakhur Sanusi mengingatkan kepada semua pihak bahwa jangan menggunakan alasan bahwa utang negara ini naik akibat pandemi Covid 19 tapi sesungguhnya banyak masyarakat yang tidak merasakan alias "lapar".

Kepada semua pihak agar tetap mawas diri degan mematuhi anjuran pemerintah agar wabah Covid 19 ini segerah berakhir sehingga tidak menjadi beban negara untuk berutang lagi karena alasan pandemi Covid 19.  Sebab kita harus belajar dari beberapa negara di dunia akibat tidak mampu membayar utang akibatnya negara tersebut harus jatuh ke tangan negara Pemberi Utang alias dikuasai. Tutup M. Sanusi Rahaningmas, Anggota DPD RI Dapil Papua Barat.

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.

Posting Komentar