News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sebanyak 355 Siswa SMK Negeri 1 Kecamatan Sipispis Menjalani Vaksinasi Dosis Pertama

Sebanyak 355 Siswa SMK Negeri 1 Kecamatan Sipispis Menjalani Vaksinasi Dosis Pertama

Sergai, Wartapembaruan.co.id -- Sebanyak 355 siswa SMK Negeri 1 Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai menjalani  vaksinasi dosis 1 kepada siswa/i di ruangan sekolah, Senin (25/10/2021).

Kegiatan vaksinasi tersebut dihadiri Kepala SMK Negeri 1 Kecamatan Sipispis Drs. Sahbudiman Saragih, M.Si, Polsek Sipispis Aiptu L. Sihotang, Ipda Robin S, Aipda DS. Saragih, Sekretaris Kecamatan Herbin Damanik, S.E., mewakili Koramil 15 Sipispis Serda Agus R, Serda Iyan Lubis, Guru-guru dan para Siswa/i peserta vaksinasi.

Menurut keterangan dari Kepala SMK Negeri 1 Kecamatan Sipispis Drs. Sahbudiman Saragih, M.Si kepada Awak Media ini mengatakan, peserta didik yang mengikuti vaksinasi dosis 1 berjumlah 355 orang dan diikuti oleh gugus tugas Covid-19 Kecamatan serta peserta didik dari Tsanawiyah Al Washliyah Sipispis dari data yang kami dapat melalui kerjasama dengan Camat datanya sebanyak 150 dosis,” jelasnya.

Drs. Sahbudiman Saragih, M.Si menambahkan, vaksinasi bagi para peserta didik berlaku untuk usia 17 hingga 19 tahun. Sebelumnya, syarat-syarat pertama yang kami lakukan yaitu mendata berdasarkan jumlah siswa/i yang sudah melakukan vaksin di beberapa di beberapa daerah. Hal ini dilakukan karena ada beberapa Siswa/i yang sudah divaksin di daerah melalui Kepala Desa.

Untuk itu, kami meminta persetujuan melalui surat pernyataan dari para orang tua apakah menyetujui atau tidak menyetujui anaknya bisa divaksin. Jadi, apabila ada orang tua tidak menyetujui anaknya di vaksin, maka kami tidak memberlakukan vaksin bagi mereka,” ungkap Sahbudiman.

Sedangkan sanksi bagi Siswa/i, untuk sementara tidak ada, namun bagi mereka yang tidak divaksin akan dilakukan pembelajaran melalui Dalam Jaringan (Daring) atau lewat internet,” tutur Sahbudiman.

lebih lanjut disampaikan Sahbudiman, pembelajaran tatap muka seperti biasa, jadwalnya diatur, artinya satu lokal itu dibagi dua waktunya, bagi yang masuk siang kami buat mereka ini 2 jam saja waktu belajar dan jadwal tatap muka dua kali dalam seminggu.

Harapan kita tentunya sesuai dengan program pemerintah supaya kita bebas dari Covid-19 dan seluruh Siswa/i tetap sehat agar dapat mengikuti pembelajaran seperti biasa. Harapan kami juga agar kita sama-sama berdoa supaya Covid-19 segera berakhir dan terbebas dari pandemi,” ujar Sahbudiman.

Sahbudiman mengimbau, jika nanti terbebas dari Covid-19, hendaknya dapat menyesuaikan diri seperti biasa, namun saat ini walaupun sudah divaksin tetaplah menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) dengan menggunakan masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak (physical distancing),”katanya.

Terakhir, Sahbudiman mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek beserta jajaran, Danramil serta jajaran yang telah berpartisipasi membantu menjaga keamanan dan beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Camat berikut jajaran yang sudah membantu dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi kepada peserta didik. “Alhamdulillah dengan kegiatan vaksinasi ini siswa kami tetap sehat serta dapat mengikuti pelajaran tatap muka dan juga terima kasih kepada awak media yang ikut berperan membantu di sekolah-sekolah, khususnya sekolah kami bisa terawasi dan terjaga,” ucap Sahbudiman.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kecamatan Sipispis Herbin Damanik, S.E. mengatakan bahwa kehadirannya di SMK Negeri 1 Sipispis mewakili Camat, M.H. Tambunan dalam hal vaksinasi untuk anak sekolah dalam rangka tatap muka, tujuannya adalah supaya anak sekolah bisa tatap muka belajar secara langsung dan bukan daring. Sementara, bagi siswa yang tidak mau divaksin atau orang tuanya tidak setuju, maka pembelajarannya akan dilakukan secara daring,” sebut Herbin.

Terkait pembelajaran melalui daring, lanjut Herbin, menurut saya pribadi pembelajaran secara daring itu kurang efektif, arti kurang efektif itu kita maklum, di daerah Kecamatan Sipispis yang yang namanya jaringan itu tidak memadai, disaat nanti musim penghujan mati lampu jaringan mati. Jadi, itulah dampak belajar daring tersebut kurang efektif.

“Alhamdulillah dengan masuknya anak-anak dengan disuntik vaksin dosis 1 di SMK Negeri 1 ini, maka belajar secara tatap muka akan dilaksanakan, tetapi harus sesuai dengan prosedur Protokol Kesehatan (Prokes),” pungkas Herbin Damanik, S.E.

Penulis : Djeckson Sihombing

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.