BREAKING NEWS
 

AMPUH : Jejak Bakti Aliansi Penjaga Marwah Hukum dari Selatan ke Penjuru Negeri


Tapanuli Selatan, wartapembaruan.co.id
- Di bawah langit Tapanuli Selatan yang membentang luas, di antara deru angin yang membawa aroma tanah dan harapan, berdirilah sebuah pilar perjuangan bernama AMPUH (Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum). Organisasi ini bukan sekadar sekumpulan papan nama atau barisan seragam, melainkan sebuah manifestasi dari kegelisahan nurani seorang putra daerah, Muhammad Hadi Susandra Lubis, yang memimpikan keadilan tegak tanpa pandang bulu di bumi pertiwi.

Lahir dari rahim kepedulian, AMPUH tumbuh menjadi pohon yang rimbun. Akar-akarnya tidak lagi hanya menghunjam di tanah Tapanuli, tetapi telah menjalar ke berbagai penjuru mata angin di Republik Indonesia. Pengurus wilayah dan cabang telah berdiri kokoh, menjadi garda terdepan bagi mereka yang selama ini suaranya terbungkam oleh hiruk-pikuk ketidakpastian hukum. Bagi Hadi Susandra Lubis, hukum tidak boleh hanya menjadi teks kaku di atas kertas, melainkan harus menjadi nafas kehidupan yang menjamin hak setiap warga negara.

Namun, di balik ketegasan langkahnya dalam mengawal hukum, tersimpan sisi kemanusiaan yang begitu dalam. Sosok Ketua Umum AMPUH ini memahami betul bahwa perjuangan mencari keadilan tidak akan lengkap tanpa ketulusan hati. 

Di sela-sela kesibukannya menata organisasi yang kian besar, ia tidak pernah membiarkan pintu hatinya tertutup bagi mereka yang kurang beruntung.

Ada sebuah tradisi tak tertulis yang selalu ia pegang teguh: setiap kali rezeki menyapa, ia tak pernah lupa menengok ke belakang. Baginya, setiap keberhasilan yang diraih AMPUH adalah titipan yang di dalamnya terdapat hak-hak para anak yatim piatu dan kaum duafa.

"Rezeki itu seperti air," ucapnya dalam sebuah kesempatan sunyi. "Jika hanya ditampung, ia akan menjadi sarang penyakit. Namun jika dialirkan, ia akan menghidupi tanaman dan memadamkan dahaga."

Maka, tak jarang terlihat pemandangan yang mengharukan di markas AMPUH atau di kediamannya. Di saat meja-meja diskusi penuh dengan berkas-berkas perkara, di sudut lain, tawa anak-anak yatim pecah saat menerima santunan. 

Doa-doa tulus dari kaum duafa membumbung ke langit, seolah menjadi bahan bakar spiritual yang menjaga organisasi ini tetap tegak berdiri meski badai tantangan datang silih berganti.

AMPUH kini bukan lagi sekadar singkatan. Ia adalah simbol bahwa di tangan orang yang tepat, hukum bisa bersanding mesra dengan kasih sayang. 

Di bawah kepemimpinan Muhammad Hadi Susandra Lubis, AMPUH menjadi bukti nyata bahwa keberanian membela kebenaran harus selalu berjalan beriringan dengan kelembutan hati untuk berbagi. Sebuah perjalanan panjang yang masih terus berlanjut, menebar manfaat dari Tapanuli untuk Indonesia tercintatercinta.(M.T)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image