BREAKING NEWS
 

Dulu Dikeluhkan, Kini Mulus: Setahun Gebrakan AMAN Ubah Wajah Jalanan Pekanbaru

Presiden RI Prabowo Subianto, melantik Agung Nugroho dan Markarius Anwar sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Pekanbaru periode 2025-2030, di Istana Negara, di Jakarta, Kamis (20/2/2025).

PEKANBARU, Wartapembaruan.co.id
— Setahun lalu, rona wajah para pengendara di Jalan Bangau Sakti, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, kerap ditekuk oleh rasa kesal. 

Lubang-lubang menganga dan genangan air yang menetap pascahujan menjadi menu harian yang melelahkan. 

Namun, Jumat (20/2/2026) pagi, pemandangan itu berganti. 

Deru mesin kendaraan kini melaju halus di atas aspal hitam yang masih legam, menandai perubahan signifikan dalam setahun kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar (AMAN).

​Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025, pasangan yang populer dengan akronim AMAN ini langsung menempatkan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama.

Langkah ini bukan tanpa alasan; jalan rusak telah lama menjadi "duri dalam daging" bagi mobilitas warga Kota Bertuah.

​"Dulu lewat sini seperti naik kapal di tengah badai, lubangnya dalam dan banyak. Sekarang, alhamdulillah, sejak di-overlay akhir tahun lalu, perjalanan jadi jauh lebih singkat dan nyaman," ujar Ahmad (42), salah seorang pengemudi ojek daring yang ditemui di persimpangan Jalan Srikandi.

Strategi Skala Prioritas

​Dalam kurun waktu satu tahun, Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah komando Agung-Markarius tercatat telah menuntaskan pengaspalan ulang (overlay) di 29 ruas jalan strategis. 

Tidak hanya berfokus pada pusat kota, perbaikan menyasar wilayah pinggiran yang selama bertahun-tahun seolah terlupakan.

​Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru menunjukkan, selain Jalan Bangau Sakti, perbaikan masif juga menyentuh Jalan Srikandi, Jalan Widya Graha, hingga Jalan Purwodadi di kawasan Tuah Madani. 

Strategi yang digunakan adalah sistem skala prioritas; mendahulukan jalan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi dan kerusakan yang paling parah.

​"Kami menyadari bahwa jalan adalah urat nadi ekonomi. Jika jalan terhambat, distribusi logistik terganggu, dan biaya sosial masyarakat membengkak. Setahun ini adalah upaya kami menjawab keresahan warga secara konkret," ungkap Walikota Pekanbaru Agung Nugroho dalam sebuah kesempatan wawancara terbatas.

Inovasi Reaksi Cepat

​Salah satu pembeda dalam setahun kepemimpinan ini adalah pengaktifan kembali tim reaksi cepat perbaikan jalan. 

Melalui layanan pengaduan yang terintegrasi, warga tidak lagi hanya sekadar mengeluh di media sosial. 

Sebanyak 1.342 titik lubang di jalan-jalan lingkungan telah ditambal melalui sistem "jemput bola" yang bekerja hampir 24 jam.

Keberhasilan di lapangan ini juga ditopang oleh kesehatan fiskal daerah. 

Pekanbaru mencetak sejarah dengan raihan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi yang menembus angka di atas Rp950 miliar. 

Capaian ini memungkinkan pemerintah memiliki ruang anggaran yang cukup untuk membiayai perbaikan infrastruktur tanpa mengabaikan kewajiban daerah lainnya.

Perspektif Akademisi dan Harapan Warga

Salah seorang pengamat perkotaan mengatakan, ​langkah percepatan overlay di tahun pertama merupakan strategi politik dan teknis yang cerdas.

Pasangan AMAN memahami bahwa keresahan nomor satu warga Pekanbaru adalah jalan rusak. 

Dengan menyelesaikan 29 ruas jalan utama dalam setahun, mereka berhasil membangun kepercayaan publik (public trust) yang kuat di awal masa jabatan.

​Namun, dia memberikan catatan krusial: aspal yang mulus harus dibarengi dengan pembenahan drainase yang terintegrasi. 

"Tantangan tahun kedua adalah sinkronisasi. Jangan sampai jalan yang sudah mulus kembali rusak karena terendam luapan air parit yang tersumbat. Daya tahan infrastruktur adalah ujian sesungguhnya bagi konsistensi duet Agung-Markarius ke depan," tuturnya.

​Di sisi lain, apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat Riau, H. Syamsul Rakan Chaniago.

Ia menyebut bahwa perhatian pemerintah kini mulai merata hingga ke wilayah seberang sungai. 

"Selama ini pembangunan seringkali hanya berputar di pusat kota dan kawasan Panam. Tapi setahun ini, jalan-jalan di Rumbai seperti Jalan Umban Sari dan Jalan Sekolah mulai diperhatikan serius. Ini memberikan rasa keadilan bagi warga di pinggiran," tuturnya.

​Menjaga Momentum

​Meskipun progres pembangunan fisik terlihat nyata, tantangan besar masih membentang. 

Persoalan drainase yang dialokasikan sebesar Rp200 miliar pada APBD 2025 harus dipastikan berjalan efektif agar sejalan dengan perbaikan jalan.

​Setahun pertama AMAN telah memberikan sinyal positif: bahwa pembangunan infrastruktur di Pekanbaru kini tidak lagi sekadar "tambal sulam" untuk meredam amarah warga, melainkan sebuah rencana jangka panjang untuk mengembalikan martabat Pekanbaru sebagai kota yang modern dan tertata. 

Harapan warga kini tertuju pada konsistensi pasangan ini untuk menjaga ritme kerja di tahun-tahun mendatang. ***

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image