Demo di Kantor Desa Parit, Aparatur Menghilang – Warga Duga Ada Penyalahgunaan Dana Desa
PARIT, Wartapembaruan.co.id – Aksi demonstrasi digelar Aliansi Masyarakat Desa Parit di depan Kantor Desa Parit, Selasa (3/3/2026). Massa mendatangi kantor desa untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut transparansi pengelolaan dana desa.
Namun, setibanya di lokasi, para pendemo mengaku tidak satu pun aparatur Pemerintah Desa Parit maupun anggota BPD yang bersedia menemui mereka. Kondisi itu memicu kekecewaan dan kecurigaan di kalangan warga.
Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di lokasi aksi, perwakilan massa, Fahr Salim Ratuya, menyebut sikap tertutup pemerintah desa semakin menguatkan dugaan adanya indikasi penyalahgunaan dana desa.
“Kami menyimpulkan adanya indikasi dan dugaan penyalahgunaan dana desa karena tidak ada itikad baik dari pihak pemerintah desa untuk menemui massa aksi,” tegasnya.
Massa menilai penyampaian aspirasi dan tuntutan transparansi adalah hak masyarakat yang dilindungi undang-undang. Karena itu, mereka memastikan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum jika tidak ada klarifikasi resmi dari pihak desa.
Aliansi Masyarakat Desa Parit menyatakan akan melaporkan dugaan tersebut kepada aparat penegak hukum dan mendesak dilakukan audit terbuka terhadap penggunaan dana desa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Parit maupun pihak BPD terkait aksi dan tudingan tersebut.

