News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Emang Masih Ada Pemerintahan Di Negeri Ini ?

Emang Masih Ada Pemerintahan Di Negeri Ini ?


Wartapembaruan.co.id -- Pandangan saya, Pemerintahan Jokowi tidak lagi memiliki moralitas dan integritas politik yg memadai dlm pengelolaan negara. Kasus CPO hilang, memicu harga menjulang, eksport tidak eksport, CPO atau bahan baku, hal itu mengambarkan betapa pemerintahan JOKOWI kehilangan konsep pengabdian pada rakyat, konsepnya kerakyatan tengah menyusut. Belum lagi isu Presiden 3 periode, atau penundaan pemilu, dimana mana mendapat penolakan public.

Selain itu politisasi bisnis pandemi covid 19 diterengai melibatkan anggota kabinet Jokowi yg sangat mencederai logika kenegaraan rakyat. Semua itu menggambarkan betapa carut marut kabinet Jokowi. Makanya Jokowi berwajah ganda dlm tugasnya sebagai Presiden, ia berkarya untuk rakyat atau melayani nafsu perampokan harta oleh oligarci. Di sini benar yg dikatakan Arbi Sanif, kapasitas Otak Jokowi tidak cukup memimpin negara yg besar dan luas serta populasi penduduk yg banyak ini.

Terakhir yg disampaikan Pak Mahfud tentang korupsi yg massiv, selain itu di era Jokowi di mana timbul masalah yg tumpang tindi. Ungkapan Pak Mahfudz MD sebagai orang dlm Jokowi, tentu sangat meyakini kita betapa JOKOWI adalah Presiden yg gagal mengelola negara. Di mana mana kelompok intelectual, masyarakat civil, mahasiswa, buruh, activis kampus sdh memberikan isyarat akan ketidak kepercayaan pada Presiden Jokowi.

Selanjutnya kita berharap KAHMI Jangan sampai nantinya hanya menjadi penumpang yg tidak diharapkan dlm gerbong perubahan. Karena itu KAHMI segerah bersikap kritis, melakukan langkah langkah organisatoris mensikapi kondisi pemerintahan yg sdg mengalami titik balik.

Sebagai organisasi kader pejuang yg terdidik HMI dan MN KAHMI semestinya jangan menanti di persimpangan jalan. Sesuatu yg sangat buruk bila para activis kaum kritis dicemooh orang bila hanya menjadi penumpang gelap. Tetapi sejatinya kau intelectual melakukan prakarsa prakarsa cerdas untuk mengawali langkah perubahan demi menyalamatkan negeri dan segenap rakyatnya dari skenario buruk kaum Oligharcy. Tinggalkan mereka yg masih loyal dan setia pada kekuasaan boneka ini. Karena bagi mereka yg terpenting menyelamatkan perut dan kekuasaan.

Kaum intelectual harus berada di gerdah terdepan melakukan langkah kreatif penyelamatan rakyat dan bangsa dari upaya perampokan dan penindasan oleh sekelompok oligharcy.

HMI dan KAHMI adalah Kaum intelectual, memiliki tugas mulia dan tanggung jawab sejarah yaitu menentukan arah baru perubahan yang terbaik bagi rakyat dan negara.

Situasi rakyat dan negara saat ini sebagaimana digambarkan oleh Prof Mahfudz MD, Menko Polhukam adalah sesungguhnya menjadi fakta buruk yang seharusnya menjadi alasan kuat bagi HMI dan KAHMI untuk melakukan sesuatu. Yaitu memobilisasi gerakan perubahan kekuasaan yg nampak kian fasis. Kahmi menjadi mesin yg menggerakan turbin perubahan di berbagai sektor kehidupan. Sebelum datangnya ancaman yg lebih mengerikan untuk negeri ini.

Independency Etis dan Indepency Organisasi, harus melambaga dan menguat menjadi velue dan cara pandang setiap anggota HMI terutama dan alumnus HMI. Keduanya harus menulang dan mendaging sehingga alumni sanggup berdiri tegap menyuarakan suara perih dan pilu yg dirasakan oleh jutaan rakyat dan umat muslim tertindas dari sirkulasi tak layak hidup anak anak negeri.

Kekuasaan Negeri ini nyata dan fakta telah mengabaikan hak hidup rakyat yg secara prinsipil konstitusional yg seharusnya menjadi urusan negara. Tetapi negara di tangan boneka oligharcy gagap dan gagal mengurusnya.

Sebab orang orang di sekitar istana bukan mengisi dan menghiasi istana dg fikiran peradaban yg cerdas dan cemerlang. Mereka justeru menjadi sumber kerumitan bernegara. Mereka menjadi tukang yg menciptakan kronaran publik dg berbagai pernyataan yg contra productif.

Dari istana mereka menghujat umat dg dalil konstitusi dan menuduh umat dg berbagai stigma negatif, yaitu teroris, NII, fundamentalis, Khilafah, pemecah belah negara, merong rong kewibawaan negara Pancasila. Padahal umat hanya mengingat agar pemimpin jujur, dan tulus menjalani agenda negara untuk mensejahterakan rakyat. Mobilsasi untuk mendistorsi gerakan umat, dlakukan dg sadar, terstruktur dan sistemik untuk membingkai agenda mereka yg terselubung. Mengamankan keserakahan kekuasaan dan memperpanjang dominasi oligharcy.

Saran saya puasa ini bulan momentum introspeksi HMI dan KAHMI guna meneguhkan komtmen moral kejuangan, bhw kader HMI dan KAHMI adalah kumpulan generasi terbaik yang hadir dan terpanggil untuk melakukan perbuahan mewujudkan tatanan bangsa berbudaya dan peradaban kemanusiaan mulia.

MHR Shikka Songge
(Peneliti Politik Dan Sosial Keagamaan CIDES, Instruktur Nasional NDP HMI)

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.