News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Imbas Jawaban Tak Berbasis Data, Pemda Serukan Aksi Di PT Prima Tangki Indonesia Kuala Tanjung

Imbas Jawaban Tak Berbasis Data, Pemda Serukan Aksi Di PT Prima Tangki Indonesia Kuala Tanjung


Batubara, Wartapembaruan.co.id -- Perhimpunan Mahasiswa Dan Pemuda (PEMDA) Batubara merasa kecewa akibat jawaban  Dari PT Prima Tangki Indonesia (PTI). Pasalnya, Pemda Batubara telah menyurati PTI sang perusahaan pengelola tangki timbun di Kuala Tanjung multiporse, kecamatan Sei suka kabupaten Batubara, perihal lingkungan CSR, dan juga perekrutan tenagakerja.  Namun balasan surat dari PTI, yang ditanda tangani oleh kepala Personalia A.N Risky Kurnia Adyantoro dinilai tidak menyentuh subtansi yang dipertanyakan PEMDA Batubara, dan juga tidak berbasis data  dokumen

Pemda menilai, pihak PTI diduga tidak transparan soal penyaluran dana CSR kepada masyarakat sebagai tanggungjawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.

"Padahal hal itu telah di amanahkan oleh UU perseroan terbatas dan peraturan pemerintah, namun penyalurannya kami nilai tidak jelas, kita bertanya dan meminta jawaba berbasis data dokumen, namu dijawab secara ambigu, dan membingungkan karena tidak bydata,"kata Ketua Pemda Batubara, Arwan Syahputra dalam siaran persnya, Senin (20/06/2022).

Jawaban Prima Tangki Indonesia

Menurut aktivis satu ini, keberadaan suatu perusahaan harus bermanfaat bagi daerah, termasuk soal penyerapan tenaga kerja lokal, penyaluran CSR dan juga hal lainnya.


"Namun 3 point kita pertanyakan, seputar lingkungan, CSR dan ketenagakerjaan, tidak dijawab oleh pihak PTI berbasis dokumen, dan hanya satu lembar file, dan tidak punya lampiran data,"sebut Arwan

Jawaban PTI itu tertuang dalam surat nomor 021/X/PTI-KTJ/VI/2022, tentang klarifikasi.

Atas dasar itu, Pemda Batubara merasa kecewa, dan mengaku bakal menempuh langkah lain agar mendapatkan jawaban akurat dari pihak perusahaan.  "Intinya kita serukan kepada kawan kawan PEMDA untuk siaga aksi demo di Prima Tangki Indonesia  di Pelindo I Kuala Tanjung, karena pihak PTI tidak beri'iqad baik dalam menjawab pertanyaan, berbasis dokumen dan data,"tegasnya


Arwan juga mengingatkan agar pihak Pelindo I dan Prima Multi terminal selaku anak perusahaan PT Pelindo, harus menegur mitra nya tersebut. "Karena itu bisa menjadi Boomerang bagi kawasan industri Kuala Tanjung ini, akibat salah satu perusahaan seperti PTI yang dinilai tidak cermat dalam menjalankan aktivitas perusahaan ,"pungkasnya


Bahkan bila perlu, ketua Pemda juga mengingatkan agar Prima Multi terminal selaku pengelola Kuala Tanjung multiporse, agar segera   memutuskan hubungan kontrak kerjasama dengan PT PTI.  (Rilis)

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.